Pages

Friday, February 22, 2008

Time is Travel

Tahi lalat (bhs Jawa : andeng-andeng) di dekat bibir bisa membuat seseorang tambah manis, tapi konon juga menandakan orang itu cerewet.

EitZZ!!!
Aku ga sedang ngrasani seseorang loh!
Sumpe!

Wik, adik aku: sejak lahir punya andeng2 telapak kakinya. Orang2 berkata bahwa Wik akan banyak melakukan perjalanan jauh. Tapi ya emang gitu : diantara keluarga dia mengunjungi tempat2 di Indonesia lebih banyak, dia yang pertama kali keluar negeri, dan dalam pekerjaannya saat ini mondar-mandir keluar kota.

Sejak kecil meski mabok tiap kali naik mobil, aku paling seneng kalau berkunjung ke suatu tempat yang baru. Waktu masih awal2 jadi arsitek di Yogya dulu, menikmati banget bolak-balik Yogya-Jakarta kadang seminggu sampai 2 kali naik bis, kereta atau pesawat. Rasanya selalu ada pengalaman baru tiap kali melakukan perjalanan itu.
Di Indonesia, aku baru pernah ke Kalimantan dan Bali untuk urusan kerjaan. Tapi hampir semua perjalanan2 tersebut memberi banyak pengalaman baru.
Akhir tahun 2006 bawa Mama ke Malaysia untuk operasi by-pass jantungnya. It’s a happy ending journey : selain operasi berjalan bagus, juga pengalaman pertama kali ke luar negeri.
Tapi yang paling berkesan adalah perjalanan ke KL bersama Ma, Wik, dan Tio bulan April 2007: karena aku yang merencanakan itinerary, riset di internet, booking hotel, baca blog travelling dll.

Dengan merancang dan merencanakan perjalanan sendiri ala ‘backpacking’, excitement sudah terasa bahkan sebelum perjalanan itu dimulai: itinerary, cari akomodasi murah tapi nyaman, transportasi, dll.
Beda dengan gaya perjalanan Ay: adik aku, yang semuanya full-serviced.
Tapi trust me! Backpacking lebih menarik dan berkesan.
Mei 2007 yang lalu mama diajak Ay ke China dan Singapore: Garuda Airways, hotel bintang 5, taksi, guided-tour.
Trus Desember 2007 Aku seret2 mama ke KL dan Singapore, naik AirAsia, naik bis, naik MRT, makan di pinggir jalan, nginep di youth hostel.
Tetep saja perjalanan ke KL bulan Juni nanti mama minta aku yang set-up itinerary. Hehe…

Belum lama ini aku menyadari bahwa di telapak kaki kiri aku timbul andeng2. Semoga itu menjadi peertanda aku akan melakukan banyak perjalanan. Jadi seneng banget pas nemu milis : www.indobackpacker@yahoogroup.com yang membuat aku bermimpi-mimpi bisa ke Afrika Selatan, Burma, Meksiko dan Yunani.

Kemarin ngomong sama Yosi, sales Rinnai: Kayaknya asyik ya, kalau 5 tahun lagi aku bisa ninggalin Panca Murah trus seumur hidup menggelandang keliling dunia, mati pas ngopi di sebuah cafĂ© di perancis selatan….


Aku seorang kelana
Tak pantas mengenal cinta
Hatimu kubawa pergi
Khan ku sayang sampai mati

Ku pergi darimu begitu saja
Kasihku,
Itu karna diriku
begitu sayang padamu….

(lagu "jadul" Jamal Mirdad)

e = mc2

Manusia dapat mengukur dimensi waktu, massa(kelembaman), serta ruang. Manusia dapat memanipulasi dimensi ruang yang terdiri dari faktor: panjang, lebar, dll Misalnya saja : panjang sepotong baja akan berubah sesuai dengan suhu dan beban yg diperlakukan pada benda tersebut. Namun, hingga saat ini manusia belum dapat memanipulasi waktu secara praktis :
heitz! bukan manipulasi waktu model a.k.a jam karet, dead line mundur, dll.

Albert Einstein dalam Teori Relatifitas-nya menyatakan ‘waktu’ juga bersifat relatif. Artinya bisa dibengkokkan, meliuk, molor, mengkerut. Menurut doi, waktu akan berjalan lebih lambat ketika kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Gagasan ini memicu paradoks yang terkenal : jika satu dari dua saudara kembar berangkat dengan kecepatan tinggi, lalu kembali setelah beberapa tahun, ia akan kelihatan jauh lebih muda dibandingkan saudaranya yang diam. Gejala ini bukan hanya permainan rumus, tapi sungguh2 pernah diamati di laboratorium pada pertikel2 berkecepatan tinggi.
Artinya dalam frame acuan yang sama, waktu bisa berjalan lebih cepat atau lebih lambat.

Sejak pindah tidur ke Panca Murah, barang2 pribadi aku semua dimasukin dos.
Kemarin malam aku keluarin semua dan aku pilih mana yang mau dipake, mana yang disimpen lagi, mana yang dibuang saja.

Ada beberapa barang yang aku pantengin lamaaaa :

Tiket2 bis solo-yogya PP
3 Tiket Adam Air Jog-Cgk 6 Desember 2005
Tiket2 kereta api prameks
Bungkus kado baju biru kotak2 ultah 2005 + kartu (bajunya masih dipake kok)
Kotak jam Casio + kertas kadonya (jam masih dipake kok)
Resi2 paket ke Yogya
Tiket2 perjalanan ke KL 18-23 April 2007
Kantong plastik hadiah sweater
Secarik kertas kucel bertuliskan : Kagem Mas Paulus “Prasetyo” Phoek : matur nuwun sanget nggih, saking “IP” (ini pasti ditulis tanggal 1 Oktober 2005)

8 bulan tapi dalam kerangka Teori Relativitas…..rasanya seperti baru kemarin malam.
8 bulan belum cukup lama membuat aku ikhlas membuang barang2 itu.

Akhirnya aku jadiin satu di amplop besar dan aku simpan lagi.

Sigh!

Tuesday, February 19, 2008

Supermama Seleb Concert

Beberapa hari ini mama duduk terus ngurusin bantal pesanan, jadi tadi sore aku ajak paksa jalan2 ke Solo Grand Mall. Aku ajak mama muter2 ga jelas persis ABG kurang kerjaan: anggap saja ganti olah raga jalan sehat. Lagipula siapa tahu ada audisi Supermama Seleb Concert. Hihi…
Tetep, tetep dan te…teeeep! (*hetty koes endang mode on)

Sudah sebulan tiap selasa malam nongkrongi acara ini di Indosiar. Malam ini tinggal 4 seleb : Kiki Farel, Adly Fairuz, Yadi Sembako dan Indra Brugman masing2 didampingi ibunya.
Acara ini cukup kreatif untuk menarik penonton kayak jaman AFI dulu.
Yang paling menyentuh adalah usaha tiap ibu untuk menambah poin bagi anaknya. Padahal beberapa ibu keliatan lugu dan ga terbiasa tampil di panggung. Malah kadang dijadiin lawakan.

Tumben malam ini Indra nyanyinya bagus, padahal biasanya tiap kali dia nyanyi aku langsung lari cari tangga naik ke atap benerin genteng tetangga. kakakak..
Yang paling jelek adalah Kiki Farel. Perempuan banget.

Tapi tetep American Idol lebih bagus, bagus dan bagus (*hetty koes endang mode on) meski masih mangkel Josiah Leming ga masuk 24 besar!! Huh! Keputusannya utk menyanyi tanpa diiringi band dinilai cerminan sikap terlalu percaya diri. Memang sih! Tapi menurut aku mustinya ngeliat juga konteks budaya Amerika yang ‘dare to be different’

Eh, di mall tadi ketemu sama mas Fajar: asisten Mr Henry. Dia bilang aku dicariin Mr. Henry. Hehe…moga2 saja proses PMA nya udah beres, so aku jadi dicangking ke Belanda. Hihihi…..

Tuesday, February 12, 2008

Jalan Penyelamat

Kemarin pagi bersama mbak Anna dan mas Yusuf ke Semarang untuk bertemu Pak Bing : pemilik perusahaan elektronik merk Advance. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari proposal Servis 24 yang kami ajukan untuk menjadi Authorized Service Station bagi produk2 merk Advance di Solo dan sekitar.

Jika dari arah Solo sebelum memasuki Semarang, pasti melewati daerah Gombel yang adalah area perbukitan. Jalanan naik-turun-naik-turun dengan curam.
Pada pinggir jalan yang menurun tajam, di beberapa bagian terdapat ramp berupa sebidang tanah yang menanjak curam sepanjang +/- 10 meter. Dari papan lalulintas, aku tahu itu disebut Jalan Penyelamat. Fungsinya adalah untuk menghentikan laju kendaraan yang remnya blong.

Kalau kehidupan diumpamakan meluncuri sebuah jalan, maka kehidupan yang lancar, menyenangkan, tanpa beban mirip dengan jalan yang datar atau meluncur turun : ga perlu tenaga+pikiran…ga perlu ngoyo.
Sebaliknya menjalani kehidupan yang berat rasanya akan seperti melalui jalan yang menanjak + terjal.
Bisa jadi ketika seseorang sedang meluncuri kenikmatan hidup yang berkelimpahan, tiba2 sadar ada yang salah dalam kehidupan dan terpaksa harus menggunakan ‘Jalan Penyelamat’ ramp pendek yang menanjak terjal. Pasti ketika ‘menubruk’ Jalan Penyelamat itu terjadi guncangan dan hentakan, but there it is! kita terselamatkan.
Juga, ketika ditengah kehidupan yang berkelimpahan, mungkin seseorang terhenyak dengan suatu keadaaan berat yang menimpa. Bisa jadi itu adalah Jalan Penyelamat yang Tuhan berikan. Pahit. Tapi itu yang menyelamatkannya dari kecelakaan fatal.

Di Semarang, kami bak pejabat penting diajak pak Bing meninjau pabrik teve, dan Servis 24 disetujui menjadi Authorized Service Station. Mulai Kamis depan mas Yusuf akan menjalani training di Semarang.
Dalam perjalanan balik ke Solo, sekali lagi kami melewati daerah Gombel. Jalanan lumayan lengang karena sudah larut malam. Mobil ga kudu di gas kenceng tapi kami bisa ngebut meluncur menuruni jalan2 yang menukik turun. Rasanya puas sekali.
Dalam hati aku mengucap syukur kepada Tuhan atas hari ini, serta sekaligus mohon sebisa mungkin tidak ada hal2 dalam kehidupan mendatang yang memaksa kami menubruk Jalan Penyelamat.
Amiiiiiinnn….

illustrasi diambil dari sini

Sunday, February 03, 2008

Pak Tio ada ..?

Kriiiinnngggg
….
KRRRRIIIIIIIIIINGGGG….
….
telp aku angkat, ‘Sore…. ‘ kataku

Suara cewek, 'Selamat sore, benar ini toko Panca Murah ya?'

Iya, dari mana nih?

Anu…Pak Tio ada ?

(*Gubrak!!) HAH..? Si….siapa…. ? (aduh ono opo meneh iki!!)

Pak Tio ada ?

Ini dari mana ?

Saya Monica, tadi saya di telpon pak Tio, katanya dompet saya ada di Panca Murah…

Oalaaaaaah! Bukan Tio! Tapi saya!, Pras! ………….

Halah! Bikin kaget saja!

Ceritanya, tadi siang si Fajar (new kid on Panca Murah) nemu dompet di depan toko.
Rupanya dompet ini emang dibuang pencopet setelah dikuras duitnya. Di dalam dompet ada kartu atm, kartu kredit, SIM, dan macam2 kartu anggota lainnya…. Pemiliknya bernama Monica *something (lupa!)….
Untung ada no telp di dompetnya, jadi bisa aku telp.
Ternyata si Monika ini pemilik Movietime (persewaan DVD) dan Quantum (persewaan buku) lumayan gede di Solo. Jadilah pas dia datang, kami ngobrol banyak soal buku dan bisnis persewaan buku.

Paling mangkel kalau orang lupa dan salah memanggil nama aku. Biasanya hanya ingat huruf depan; pernah dipanggil Petrus, Philip (*lampu kalee!)....

Yang aku heran : instead of ribuan nama yang bisa dipilih di buku “1 Juta Nama Untuk Cowok Ganteng+Pinter“ kok bisa Tio yang dicari sih? Secara dia nyasar ga jelas ke Tambolaka…
jangan2 ini pertanda Tio sekarang sama (agnes) Monika.....hihihi....