Pages

Wednesday, May 08, 2013

Gebyar Keajaiban

Suka banget sama iklan Gebyar Tahapan BCA yang baru di teve.
Kesannya dinamis dan bersemangat sekali. 
Jingle-nya juga mudah nyantol di telinga 
Salah satu pesan yang aku tangkap dari iklan ini adalah: Selalu percaya bahwa sebuah keajaiban bisa terjadi, meski tidak di situasi yang bisa diduga. 

Aku bisa membayangkan lama dan sulitnya pembuatan iklan itu; setelah beberapa kali merasakan sendiri pengambilan gambar alias shooting . 
Semua adegan harus diambil dari beberapa sudut: wide dan short angle 
Jadi misalnya ada dialog antara aku dengan seorang anak; adegan itu kudu diambil 3 kali: satu dari jauh, satu close-up ke wajah aku, satu lagi close-up wajah si anak. 

Masalahnya, ternyata acting itu ternyata emang susah! Huhuhu… 
Ada saja salah ucap; lidah bisa keplintir ga karuan, lupa dialog, arah pandangan mata salah, sikap/intonasi acting dinilai gak natural, atau gangguan dari lainnya: clip-on lupa dinyalakan, bocor (tanpa sengaja terekam keberadaan penonton), pencahayaan salah, dst nya. 
Akibatnya pengambilan gambar kudu diulang-ulang. 
Dan ternyata mengulang sebuah adegan itu bisa sangat menjemukan. 

(Untung saja dalam kehidupan nyata, tidak bisa mengulang peristiwa. Kalau yang menyenangkan sih okeh; tapi kalau peristiwa ditinggal pacar selingkuh piye coba? Hehe) 

Liputan MicaWork untuk Laptop Si Unyil, misalnya berjalan dari jam 9 pagi sampai hampir jam 4 sore. Hanya jeda makan siang. Tapi pas di tayangkan; halah!!! ga sampai 10 menit! 

Kemarin, setelah selesai pameran Inacraft, di bandara pas mau balik Solo, ada telpon dari Transtv untuk peliputan. 
Mama langsung bilang: haduh liputan lagi! Repot! Bilang kapan2 sajalah! 

Hahaha… 

Liputan memang butuh keseriusan dan “kerepotan”. 
Selain waktu, juga persiapan lokasi liputan, stok barang untuk display, dll. 
Tapi aku lebih melihat efek publisitas nya. Terakhir, ketika MicaWork ditampilkan di Laptop Si Unyil, selama dua hari aku kudu balas sms dan email sampai jam 2 pagi. Sampai stress berat, karena sms pesanan terus saja masuk. 
Seandainya ini pemilihan Indonesian Idol, dipastikan aku juaranya. HUAHAHAHAA…. 

Kemarin pas pameran Inacraft 2013, MicaWork juga beberapa kali diliput dan wawanvara, antara lain Kompas, MNC TV, dll 
Dan permintaan liputan dari Indosiar, Jaktv, dan beberapa lagi. 

Oh ya, sekalian nulis tentang Inacraft kemarin 

Pameran Inacraft 2013 yang baru saja usai, adalah mujizat dari Tuhan. 
Awalnya, meski rasanya sangat bersemangat, tapi terus terang gak optimis banget. 
Aku hanya berharap penjualan bisa nutup biaya stand dan operasional. Bisa dapat Rp 30 juta saja udah cukuplah. 
Gak juga berharap mendapat kontak buyer lokal, apalagi buyer asing. 
Ini karena persiapan kami kurang: stok bantal leher cukup, tapi variasi produk lain sangat kurang. 

Kalau tahun lalu, mulai awal Februari, semua perencanaan sudah okeh: mau bikin apa, jumlahnya berapa, bahan apa, warna apa, produk unggulan apa, bahan apa, dll sudah siap. Tapi tahun ini sampai pertengahan Maret saja masih disibukkan pesanan2 reguler, sibuk diliput tv, dll. 
Itu saja, selama hampir 3 bulan kemarin aku mematikan sensor rasa sakit dan lelah. Berusaha menekan emosi serendah mungkin. Kalau sampai ada yang bocor: misal tiba-tiba nyuuuttt!!!....sakit kepala; langsung aku bungkam dengan satu strip bodrex. 

Tahun ini, meski mendapat tempat yang lebih prima: di Main Lobby, tapi standnya lebih kecil. Tahun lalu bisa dapat free standing ukuran 12 m2, tapi kali ini hanya 9 m2 dan lokasinya di tengah. 
Hingga hari pembukaan, bahkan belum semua barang terkirim. Jadi display dulu seadanya, menunggu kiriman barang yang lain.
Display barang sebelum pembukaan pameran. seadanya dulu
area owl dan bantal mobil

Kali ini aku juga hanya mengandalkan mama, ie2 dan Wiwik untuk bantuin jaga stand. Aku pikir toh barangnya gak banyak dan stand ga terlalu besar. 

Namun Tuhan berkehendak lain. 

MicaWork di Inacraft kali ini berjalan dengan sukses. 
Penjualan MicaWork jauh diatas target. Anggap saja 2-3 kali harapan awal. 
Ga nyangka bisa dapat segitu. Hehe. 
Bahkan di atas tahun lalu, baik secara jumlah barang maupun nominalnya. 
Saking rame-nya booth MicaWork, sampai kadang terbentuk antrian yang bikin macet jalan di depan booth kami. 
Untung dihari kedua ada Nyo, trus dua hari terakhir dibantuin Linda, Moses dan Lia juga. 


Sementara mereka sibuk jualan, aku hanya liat-liat saja dan melayani konsumen2 “kakap” serta wawancara media :)

Dan yang paling mbungahi, adalah: mendapat tanggapan sangat-sangat positif dari pengunjung.serta  buyer-buyer lokal dan luar negeri. 

Dari Indonesia, sebut saja “doenia phantazi” yang di ancol itu, sebuah FO besar di bandung, dll yang minta agar aku segera bertemu mereka secara khusus utk membahas kerja sama. 
Adalagi yayasan di Kemang, dll 

Trus kalau yang dari luar negeri, ada importir dari Malaysia, Singapore; trus importir dari Jepang khusus produk untuk disneyland di Tokyo, dan beberapa lagi dari eropa; salah satunya seorang pengembang produk di Jerman. 
Saat ini sedang email2-an tentang mekanisme penawaran, dll 
Jalan2 ke Paris untuk urusan gawean nampaknya bisa menjadi satu keniscayaan. 

Semoga kita bisa ketemu di sana ya. Di salah satu tempat ngopi di depan menara eiffel, bukan di depan gerbang UGM lagi :D

Mama makin antusias dengan pameran. Menyenangkan sekali! Katanya. Tahun depan, mama mau ikut jaga pameran lagi! Ucapnya lagi
Hahaha… Amin!!! 

Selesai pameran, sampai Solo besok malamnya, aku masih biasa saja. Tapi besoknya bangun dengan: radang tenggorokan, suara hilang, demam, pilek, batuk, kaki bengkak karena kejatuhan satu ikat besi pas bongkaran stand, dan rasa cape banget. Tapi juga luberan rasa syukur. 

Tgl 7 Mei kemarin, Transtv jadi meliput untuk acara Moccachino. Liputan pendek, hanya sekitar 2 jam lebih. Kali ini pas wawancara lancar, lidah aku ga kepuntir-puntir. Meski sambil nahan hidung agar nggak ngucur kayak kran. 
Kayaknya karena sudah makin terbiasa tampil di depan kamera. Haha. 
mas kameramen sedang nyoting :D
Ritual foto bareng selesai liputan :)

Ada yang bilang, hidup adalah babak-babak sandiwara. 
Jika demikian; saat ini aku sedang melakoni sesuatu keajaiban yang tidak pernah aku duga, namun sangat aku syukuri. 
Ini pasti juga karena doa dari banyak orang dan perkenan Tuhan. 
Bagaimana akhirnya, itu tidak penting. 
Yang penting adalah aku sekali lagi belajar bahwa penyertaan Tuhan itu pasti. Selalu saja ada keajaiban-keajaiban di setiap babak kehidupan. 

Oh iya, pas Inacraft kemarin, aku juga di telpon Kementerian Perdagangan yang punya acara rutin: Pameran Produk Dalam Negeri Regional. 
Tahun ini diselenggarakan di Pontianak, Palembang, Cirebon dan Mataram. 
Tapi, melihat padatnya pesanan, gawean, dll; akhinya hanya Mataram Lombok besok akhir Agustus saja yang aku sanggupi. Lainnya nyerah! 

Mataram…Lombok….ehmm mari kita browsing tiket pesawat, penginapan, dan apa saja yang bisa dilihat disana. Hehe… 


Tuesday, April 23, 2013

Ada MicaWork di INACRAFT 2013

Ini di hotel
Tune Hotel Pasarbaru Jakarta
Memanfaatkan fasilitas internet gratisan.

Baru balik dari Balai Sidang Senayan Jakarta.
Besok pagi pembukaan Pameran INACRAFT 2013
Huhuhu...tadi jam 23.00 sudah diusir: semua peserta kudu bubar padahal aku belum selesai display booth MicaWork.
Padahal besok acara pembukaan oleh Presiden RI, dan booth MicaWork di lobby utama; jadi pasti bakal dilewati rombongan SBY.
Semoga mau mampir. wakakak :D

Cape banget. Kaki rasanya mau patah, jari-jari sudah sembab pasang rak: kena palu, ketusuk obeng, dll. Tapi seneng banget bisa ikut INACRAFT ke 15 ini.
Besok pagi mama dan ie2 nyusul dari Solo untuk bantuin jaga.
Ada Wiwik juga. jadi kami berempat.

Tadi sempat tertegun pas lihat sebuah stand jualan lampu hias rentengan yang bentuknya bulat2 kayak yang di Thailand.
Dalam sepersekian detik rasanya balik ke Bangkok waktu itu :p

Thursday, March 28, 2013

2012 Tahun Sang Naga


Biasanya setiap akhir tahun, nulis catatan tentang kejadian sepanjang tahun yang akan berlalu.
Entry kali ini juga ditulis sebelum tahun 2012 berlalu. Tapi trus saja gak selesai.
Berjalannya waktu juga bikin males nge-publishnya; karena rasanya momennya sudah ga pas.
Tapi mau nulis tentang hal lain juga rasanya masih punya hutang.

Naga adalah mahluk mitologi  yang bisa ditemukan dibanyak budaya.
Bentuk naga berbeda-beda. Kalau di budaya barat, naga lebih menyerupai komodo; sementara di budaya timur, misal China; naga berbentuk seperti ular yang badannya meliuk-liuk; seperti yang ada di rangka kayu penopang gong: alat musik tradisional Jawa.

Tahun 2012, menurut penanggalan China, adalah tahun naga.
Bagi aku, kehidupan di sepanjang tahun 2012 memang seperti tubuh naga yang digambarkan meliuk naik turun.

Ada fase turun, ada fase puncak dan positif.

Fenomena yang paling awal adalah terbitnya buku PLUSH di bulan Maret. Suatu hal yang tidak pernah terbayangkan. Buku itu bercerita tentang passion, fragmen kehidupan, semangat dan impian yang bisa tercapai.
Meski ga seheboh tetralogi Supernova karya Dee Lestari; tapi sampai hari ini aku masih menerima sms atau message yang mengapresiasi buku itu. Berkenalan dan bertemu dengan bermacam-macam orang; dari yang normal sampai gak waras dan bikin bergidig.

Fenomena kedua adalah kesempatan ikut pameran Inacraft di bulan April.
Hasil pameran di luar dugaan: penjualan diatas target, pesanan segunung yang sampai hari ini saja masih belum selesai dipenuhi.
Di event ini, sebuah majalah wanita secara rutin memberikan award bagi peserta pameran.
Tim juri sangat tertarik dengan karya MicaWork, dan mengirimkan email agar MicaWork mempersiapkan diri. Masalahnya, salah satu syaratnya adalah kreatornya harus wanita. Mosok aku kudu ubah kelamin. Haha.
Kebetulan aku mengajak beberapa teman ikut pameran di stand MicaWork. Jadi aku ajukan saja mereka.
Namun nampakya tim juri kurang berkenan dengan karya mereka. Mereka sampai bolak-balik ke stand MicaWork.
Akhir cerita: secara resmi piala diserahkan kepada teman, namun di liputan majalah, dll disebutkan MicaWork yang menerima award tersebut.
Gak masalah sih! Karena aku cukup tahu: sesungguhnya karya MicaWork yang mendapatkan apresiasi.


Tahun 2012, MicaWork juga diajak Kementerian Perdagangan pameran di Semarang dan Balikpapan. Kesempatan mengajak mama jalan-jalan. Ini juga jadi pengalaman baru bagi mama yang sangat bersemangat dan bisa mendapat kenalan dari penjuru tanah air.

Di fase kehidupan negatif maupun positif, selalu saja bisa menampakkan kesejatian orang-orang yang ada di sekitar.
Tahun 2012, aku kehilangan beberapa teman; tapi juga mendapatkan banyak kenalan, teman, serta sahabat baru.
Ngerasain diomongin, dicela di sosial media: dituduh iri dengan karya orang lain.
Tapi juga mendapatkan liputan positif di koran, tv dan media sosial.
Yang paling heboh pas diliput Trans7 untuk acara brownies.
Ditayangkan suatu siang kira-kira jam 14.30. Hanya beberapa menit. Tapi efeknya yang nge-like fanspage MicaWork dalam sejam naik 500-an.
Hari itu, sampai jam 10 malam aku masih belum selesai balas sms yang masuk dari penonton acara itu yang ada di Sabang sampai Merauke.

Ada rasa kuatir: kira-kira tahun 2013 bisa mendapat kesempatan ikut Inacraft lagi gak ya….

Sampai pada suatu hari aku dihubungi pengurus Asephi Solo Raya untuk hadir di Inacraft Road Show.
Pas registrasi sebelum memasuki ruangan, aku di sodori satu map berisi formulir lengkap. Artinya pengurus Asephi Solo Raya memberi MicaWork kesempatan untuk ikut Inacraft 2013. Dapat stand di lobby utama lagi.
Sueeennenng banget!
Rasanya pengen loncat-loncat :D

Fase paling rendah terjadi di bulan Desember.
Aku kudu melepas semua teman-teman yang selama ini bekerja di MicaWork; karena semangat dan suasana kerja yang entah kenapa menjadi sangat buruk.
Padahal antrian pesanan sangat padat. Rasanya kayak bencana.
Tapi aku yakin memang itu yang terbaik.

Dalam beberapa hari aku kudu menyelesaikan 140 bantal boneka karakter naga. Disamping pesanan-pesanan random lainnya.

Jadilah momen-momen pergantian tahun diisi dengan stress luar biasa. Untung ada mama, tante dan Nyo: adik yang pas mudik ke Solo.
Lucunya si Nyo juga ber shio Naga. Hehe…

Dalam situasi kelimpungan ga punya karyawan dan produksi terhambat; bisa terlihat mana klien yang setia dan patut diperjuangkan, mana klien yang “tidak prospektif”.

Klien-klien yang selama ini memberi banyak keuntungan justru mau menunggu hingga MicaWork berjalan normal. Mereka pasang badan menghadapi situasi yang ada.
Tapi justru ada satu-dua klien yang selama ini nggak jelas malah siap-siap hengkang.
Aku anggap situasi tersebut sebagai hikmahnya.

However, aku sangat antusias dengan tahun 2013

Saat ini tim baru MicaWork sudah terbentuk; aku juga membuat sistem organisasi yang lebih jelas dan sistematis. Bahkan tim produksi dipisah menjadi beberapa departemen yang menangani proyek yang berbeda.

Sekarang ini terasa banget hidup jadi sangat berbeda, waktu berlalu makin cepat.

Semuanya adalah Karunia dan Anugerah dari Tuhan.

Semoga  bisa menjadi Kemuliaan bagi Nya.

Tambahan,
Hari minggu, tgl 17 Maret kemarin ada liputan dari Trans7 untuk acara Laptop Si Unyil. 
Shooting berjalan dari pagi sampai sore. 
Ngerasain banget susahnya 'acting'. Tiap kali musti di rekam ulang.
Gak semua teman kerja di MicaWork hadir, tapi foto ini bisa menggambarkan hebohnya suasana kerja MicaWork tiap hari :D
Kalau gak meleset, rencananya ditayangkan tanggal 5 April di Trans7.


Monday, December 17, 2012

Rich & Famous

Kemarin siang Caroline telpon dan kami ngobrol banyak, antara lain tentang pekerjaannya. 
Caroline adalah arsitek rumah-rumah mahal. Semua kliennya orang-orang kaya. 
Biasanya selain mendisain rumah, mereka juga minta Car melengkapi rumah dengan perabotan. 
Sudah beberapa kali Car ke Eropa untuk belanja kebutuhan perabot mereka. 
Perabot-perabot yang harganya mahal luar biasa. Harga satu kursi bisa sama dengan harga satu rumah kecil di Solo. 

Aku gak bisa bayangin duit sebanyak apa untuk bangun rumah dan beli perabot macam itu. 
Lha wong kemarin mau beli tablet atau nonton pameran ke Hongkong saja masih jadi sebuah dilema. Hehe. 

Car, orang-orang itu kaya banget ya! Komentar aku kemarin. 

Iya Pau. Sekarang ini semakin banyak orang kaya. Mereka juga semakin kaya. Kalau beli sesuatu harus yang terbaik. Jawab Car. 

Gak heran kalau acara iklan properti di teve juga bikin keselak. 
Lha wong rumah, apartemen, kondominium ditawarkan dengan harga milyaran, kok disebut ‘murah’. 

Akhir Oktober kemarin Transtv pesan beratus-ratus bantal leher untuk merchandise hut acara Insert!. Thema-nya adalah Rich&Famous. 
Kebetulan aku lihat di teve pas salah satu produser diwawancarai, mengatakan mereka memilih thema itu, karena di tahun 2012 ini “sepertinya semua orang pengen rich & famous…” (kira-kira begitu kalimatnya). 

Well, mungkin hanya bagi sebagian orang. 

Karena setelah aku pikir-pikir,; rasanya gak ada tuh “kaya” dan “terkenal” dibarisan keinginan, impian dan pencapaian yang ingin kuraih dalam hidup. 





Syukur pada Tuhan aku tidak pernah mengalami gak bisa beli makanan. Tapi aku juga gak sekaya beberapa teman lain. 
Syukur pada Tuhan, tiap kali MicaWork ikut event pameran yang besar, selalu saja diliput di koran. Tapi beritanya juga gak seheboh berita Justin Bieber. Huhuhu..... 

Mungkin ini karena kedua orang tua tidak pernah meminta kami anak-anaknya untuk menjadi “kaya” dan “terkenal”. 
Ketika mereka meminta rajin sekolah, tekun belajar, hidup sehat; tujuannya adalah hidup tidak kekurangan, bahagia, sehat dan dekat Tuhan. Itu saja. 

Sehingga ketika melihat, misalnya rumah atau mobil berharga milyaran; ada rasa kagum. Tapi gak ada rasa pengen memilikinya. 
Lha wong sudah punya rumah, meski rumah biasa. 
Punya mobil, meski mobil biasa. 
Bisa sms-an meski hp biasa. 
Bisa ke luar negeri, meski hanya naik airline murah. 
Bisa masuk koran, masuk tipi, bukunya diterbitkan; meski gak seheboh Syahrini. Haha… 

---------------------------------

Aku seorang yang mudah terjaga ketika tidur. 
Mendengar si Milley jalan saja, kadang aku terusik bangun. Ini karena aku tidur di kasur yang digelar diatas lantai dari papan. 

Semalam aku terbangun mendengar langkah kaki mama keluar dari kamarnya. 
Aku lihat hape, sekitar jam 4 pagi. 

Tiba-tiba aku terjaga penuh serta ingat papa dan mama. 

Aku dihinggapi rasa luar biasa sangat bersyukur masih didampingi kedua orang tua. 

Dengan keterbatasan yang ada; bisa memperhatikan kehidupan mereka berdua. 
Mengomeli mama kalau makan sembarangan, sms papa untuk jaga diri. 
Ngobrol sama mama tentang gawean, ke pasar beli buah untuk papa. 
Impian ke Hongkong bertiga di Januari 2014 nanti. 

Coba, apalagi yang bisa aku inginkan, selain bisa memiliki momentum seperti ini selama mungkin. 
Lebih dari kekayaan dan ketenaran. 



"...berikankah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya....."
 (penggalan kalimat doa Bapa Kami yang aku ucapkan tiap pagi)



Friday, December 14, 2012

Januari 2014

Dua minggu kemarin restless alias resah alias galau akut. 

Selama ini untuk komunikasi jualan online selain via fb atau email, hanya pakai hp Samsung low-end harga 500 ribuan. 
Hp memang hanya untuk sms-an. Tapi kalau sehari sampai 100 lebih sms; jempol dan mata lumayan pegel. Si hp juga pegel. Hoho. 
Sering juga repot kalau kudu nyari sebuah sms diantara sms-sms lain. 

Jadi terpikir nyari tablet yang bisa untuk sms; agar sms-an lebih mudah dan sms teroganisir rapi. 
Pilihannya hanya dua : Samsung Tab atau tablet lokal. 

Pas lagi mikir-mikir mau beli yang mana; malah dapat informasi tentang Hongkong Fair & Games yang diadakan 7-10 Januari 2013. 
Ini pameran mainan tahunan terbesar kedua di dunia. Pastinya okeh banget untuk mendapatkan wawasan + ilmu baru. 

Untuk sebuah usaha dibidang kreatif, riset dan pengembangan itu modal utama. 


Iseng check Tigerairways dan Airasia.
Jakarta-Hongkong PP pake Tiger hanya Rp 2.017.000
Ditambah tiket Solo-Jakarta PP paling Rp 3 juta.
Kalau di kombinasi pake Airasia: JOG-Sing-HKIA pulang-pergi malah hanya Rp 2,8 juta.

Badan langsung meriang. 

Pilih beli tablet atau ke Hongkong ?

Hongkong atau tablet ?

Tablet atau hongkong?
Hongkong atau tablet?

 ……

Hongkong tablet atau tablet hongkong? *gubrak! 

Pusing!

Hahaha…

Dua-duanya gak mungkin. Pake duit siapa?! 
Aku kudu nabung untuk persiapan Inacraft 2013 nanti. 
Malu-maluin kalau MicaWork sudah diberi tempat di lobi utama; tapi produknya gak spektakuler :D 

 Jelas dua-duanya sama-sama dibutuhkan. 
Satu untuk operasional, satu untuk pengembangan produk jangka panjang. 

Yang bikin makin kacau adalah; harga tiket gak naik-naik! 
Padahal kalau harga tiket naik, khan bisa lebih mudah bikin keputusan. Hehe…. 

Bukan watak aku untuk kompromi beli tablet lokal murahan agar bisa ke Hongkong. 

Sampai akhirnya dua hari yang lalu, nemu sebuah blog yang mengulas tentang event tersebut pada tahun 2012. Menurutnya: pameran memang besar, isinya juga keren. Tapi kebanyakan peserta pameran adalah dari kalangan industri; dan tidak cukup banyak produk yang inspiratif. 

Bisa saja tulisan di blog itu subyektif, dan bisa saja untuk taun 2013 produk-produknya luar biasa inspiratif. Tapi itu sudah cukup untuk bikin keputusan. 

Besoknya langsung ke Singosaren Plaza beli Samsung Tab. 
Yang 7’ saja. Rp 3,2 juta. 
Gadget paling mahal yang pernah aku beli, meski sebenarnya juga untuk gawean. 
Juga mb. Neni yang bakal lebih sering pegang. 

Urusan pengembangan produk bisa dikompensasi dengan makin rajin buka internet, baca, dan jalan-jalan nanti ke Bangkok atau Singapur pertengahan tahun 2013. 

Ke Hongkong-nya Januari 2014 saja, bisa ajak papa dan mama. 
Pergi bertiga kayaknya bakal jadi momen yang sangat berharga.