Masa-masa menjelang lebaran, selalu menimbulkan stress.
khususnya untuk urusan toko; meningkatnya penjualan yang konsekuensinya :
1. order & persediaan barang secara tepat
2. tempat/gudang penyimpanan extra
3. delivery ke langganan/konsumen
4. pricing
5. ngatur jadwal kerja staff
6. namanya juga toko : gimana meningkatkan sales.
Biasanya pelarian stress kayak gini, aku ke toko buku dan borong buku.
Kemarin malam aku ke toko buku Perintis, beli :
Novel-2 Fira Basuki (Pintu, Jendela, Atap)
Pohon-Pohon Sawi karya Romo Mangun
Mesagge in The Bottle, karya ...(lupa! tadi aku bawa ke toko dan ketinggalan)
Emil Dari Lonneberga karya Astrid Lindgren
Bengkel Elektronik terbitan CV Aneka
Pasukan Mau Tahu - Misteri Surat Kaleng
Lima Sekawan Di Pulau Harta
dua buku terakhir aku sikat sampai jam 4 pagi. serasa balik ke masa lalu.
karena buku2 karya Enid Blyton dulu pertama kali terbit waktu aku masih sekolah menengah, dan aku pernah punya semua koleksinya :
Pasukan Mau Tahu
Lima Sekawan
Trio Detektif
dll
Kalau baca buku2 Enid Blyton, ada syarat yg harus dipenuhi : sedia makanan!!
Sebab tokoh2 nya diceritakan sering piknik dan membawa bekal roti kismis, limun jahe, coklat, tomat, keju, krim, strawberry...
bahkan kalau dikisahkan mereka terjebak misalnya di sebuah rumah tua, penceritaan bagaimana mereka membagi makanan, tetap bisa memancing perut aku ikut lapar....
Monday, October 25, 2004
Yesterday...
Yesterday, was an ordinary day
I got up a little late
I had my breakfast at eight
I left the house at nine
I didn't have much time
Yesterday wan an ordinary day
but yesterday, you were far away
Yesterday, was an ordinary day
I came home after tea
There was a film on teve
My coffe was cold
And the film was very old
Yesterday, was an ordinary day
You were always with me
When I came home
You were always with me
I was never alone
Yesterday, was an ordinary day
but yesterday, you were far away.....
I got up a little late
I had my breakfast at eight
I left the house at nine
I didn't have much time
Yesterday wan an ordinary day
but yesterday, you were far away
Yesterday, was an ordinary day
I came home after tea
There was a film on teve
My coffe was cold
And the film was very old
Yesterday, was an ordinary day
You were always with me
When I came home
You were always with me
I was never alone
Yesterday, was an ordinary day
but yesterday, you were far away.....
Wednesday, October 20, 2004
Murah Hati or Gak Berpendirian ?
Jarak dari rumah ke tempat kerja aku kira-kira 600 meter. Melewati pertokoan dan Jl. Keprabon: "pusat" lesehan makanan khas solo, seperti nasi liwet, wedang ronde, dll.
Aku suka sekali jalan kaki kalau pergi atau pulang kerja.
Para tukang beca dekat rumah, juga sopir kami tahu kebiasaan aku : prefer on foot.
Sampai kira-kira setahun yang lalu; karena gak enak badan, aku naik beca atau diantar mobil.
Rupanya itu dijadiin kebiasaan; setiap kali keluar dari pintu rumah, langsung salah satu sopir yg ada langsung bilang, "saya antar pak!"
Trus kalau pas gak ada mobil, langsung saja para tukang beca berebut menghampiri.
Jadi ingat waktu masih di Jakarta.
Aku tinggal di Jl. Haji Nawi - Radio Dalam, trus kantor di Wijaya Grand Center.
Pulang dari kantor, aku biasa naik bajaj (..kok gak pernah ketemu Bajuri ya ???)
Begitu mendekat ke antrian bajaj, biasanya mereka saling mendahului nawarin bajajnya,
padahal, rasanya aku bayarnya normal aja. cuma Rp. 3.000,00
Biasanya kami bisa berkomunikasi. Meskipun aku bukan org yg cerewet, tapi aku suka ngajak ngobrol dikit. Mungkin itu yg membuat mereka bersikap ramah.
Cuma gak tahu kenapa, yg jelas aku kadang-kadang jadi merasa gak nyaman....
seolah-olah sdh ga punya pilihan....
gimana gak, kalau tiap kali mereka sdh nyosor duluan...I don't have any heart to reject them.
Aku mikirnya sih, "ah, cuma tiga rebu kok....mereka butuh, aku juga gak capek..."
Terkadang, kalau pengen naik bis ke Blok M (dulu pas di jkt) atau pengen jalan kaki (di Solo) musti muter cari jalan lain yg gak ketemu mereka.
beberapa hari ini aku jadi mikir, sebenarnya aku ini bersikap "murah hati" atau "gak berpendirian" ya ?
Aku suka sekali jalan kaki kalau pergi atau pulang kerja.
Para tukang beca dekat rumah, juga sopir kami tahu kebiasaan aku : prefer on foot.
Sampai kira-kira setahun yang lalu; karena gak enak badan, aku naik beca atau diantar mobil.
Rupanya itu dijadiin kebiasaan; setiap kali keluar dari pintu rumah, langsung salah satu sopir yg ada langsung bilang, "saya antar pak!"
Trus kalau pas gak ada mobil, langsung saja para tukang beca berebut menghampiri.
Jadi ingat waktu masih di Jakarta.
Aku tinggal di Jl. Haji Nawi - Radio Dalam, trus kantor di Wijaya Grand Center.
Pulang dari kantor, aku biasa naik bajaj (..kok gak pernah ketemu Bajuri ya ???)
Begitu mendekat ke antrian bajaj, biasanya mereka saling mendahului nawarin bajajnya,
padahal, rasanya aku bayarnya normal aja. cuma Rp. 3.000,00
Biasanya kami bisa berkomunikasi. Meskipun aku bukan org yg cerewet, tapi aku suka ngajak ngobrol dikit. Mungkin itu yg membuat mereka bersikap ramah.
Cuma gak tahu kenapa, yg jelas aku kadang-kadang jadi merasa gak nyaman....
seolah-olah sdh ga punya pilihan....
gimana gak, kalau tiap kali mereka sdh nyosor duluan...I don't have any heart to reject them.
Aku mikirnya sih, "ah, cuma tiga rebu kok....mereka butuh, aku juga gak capek..."
Terkadang, kalau pengen naik bis ke Blok M (dulu pas di jkt) atau pengen jalan kaki (di Solo) musti muter cari jalan lain yg gak ketemu mereka.
beberapa hari ini aku jadi mikir, sebenarnya aku ini bersikap "murah hati" atau "gak berpendirian" ya ?
Tuesday, October 19, 2004
Mandi Malam
Aku sudah lupa, sejak kapan terbiasa mandi malam; mungkin sejak SMP atau malah SD.
Yang jelas, mandi malam membuat badan menjadi segar, bersih, tidak lengket dan nyaman; waktu naik ke tempat tidur.
Beberapa teman yag tahu kebiasaan aku biasanya komen : rematik!!
Mama juga suka bilang, “kalau mandi malam pake air panas ya!”
Tapi aku gak pernah percaya dan gak pernah bisa menangkap logika dan korelasi mandi malam dan rematik. Menurut aku itu hanya pamali jaman baheula :p
Akhir2 ini, aku terbiasa online sebelum tidur. Baca email, browsing sebentar dan kadang (hehehe..selalu ding!) masuk channel dalnet.
Trus beberapa hari yang lalu pake nick “solo-habismandi”.
Ga tahunya, nick ini jadi penglaris, karena banyak sekali yg kemudian querry dengan first line yg macam2 :
Mulai dari :
“..wah seger ya..!”
“mandi malam apa gak bikin rematik”
“kok baru mandi ?”
sampai :
“mau dong mandi bareng…”
“wah badan kamu pasti enak dicium”
“mandi lagi di kamar hotel aku yok!!...”
“….tadi jack off ya? “
dan malah ngajak :
“ml sambil mandi bareng, mau ga?”
Biasanya yang terlalu saru gak aku ladeni. Rasanya kok gak sampai hati. (hehehe padahal kadang2 penasaran juga…)
Tapi banyak juga yg bisa menjadi obrolan yg gak basi dan pengisi waktu menunggu kantuk.
Tadi aku juga sempat kenal dan ngobrol. Kayaknya lumayan nyambung. Sempat tukeran no hp dan janji besok mau telp.
Ya siapa tahu bisa dilanjutkan ke tahap mandi bareng….
Eh! maksudku di tempat masing2. hehehe….:p
Yang jelas, mandi malam membuat badan menjadi segar, bersih, tidak lengket dan nyaman; waktu naik ke tempat tidur.
Beberapa teman yag tahu kebiasaan aku biasanya komen : rematik!!
Mama juga suka bilang, “kalau mandi malam pake air panas ya!”
Tapi aku gak pernah percaya dan gak pernah bisa menangkap logika dan korelasi mandi malam dan rematik. Menurut aku itu hanya pamali jaman baheula :p
Akhir2 ini, aku terbiasa online sebelum tidur. Baca email, browsing sebentar dan kadang (hehehe..selalu ding!) masuk channel dalnet.
Trus beberapa hari yang lalu pake nick “solo-habismandi”.
Ga tahunya, nick ini jadi penglaris, karena banyak sekali yg kemudian querry dengan first line yg macam2 :
Mulai dari :
“..wah seger ya..!”
“mandi malam apa gak bikin rematik”
“kok baru mandi ?”
sampai :
“mau dong mandi bareng…”
“wah badan kamu pasti enak dicium”
“mandi lagi di kamar hotel aku yok!!...”
“….tadi jack off ya? “
dan malah ngajak :
“ml sambil mandi bareng, mau ga?”
Biasanya yang terlalu saru gak aku ladeni. Rasanya kok gak sampai hati. (hehehe padahal kadang2 penasaran juga…)
Tapi banyak juga yg bisa menjadi obrolan yg gak basi dan pengisi waktu menunggu kantuk.
Tadi aku juga sempat kenal dan ngobrol. Kayaknya lumayan nyambung. Sempat tukeran no hp dan janji besok mau telp.
Ya siapa tahu bisa dilanjutkan ke tahap mandi bareng….
Eh! maksudku di tempat masing2. hehehe….:p
Ibadah
Tadi siang aku melakukan wawancara kepada beberapa calon staf teknik.
Aku selalu berpikir bahwa ketekunan menjalankan ibadah adalah penting. Karena itu sangat membentuk karakter dan kepribadian seseorang.
Salah satu pertanyaan yg aku ajukan kepada calon beragama muslim adalah : “hari ini puasa ga ?”
Hampir semua menjawab ya. I like that!
Tapi ada satu yang menjawab tidak.
Orang ini sebenarnya lumayan keren. Foto yang dia lampirkan di berkas lamaran dia yg membuat aku tertarik mengundang dia wawancara.
Waktu aku tanya alasan kenapa tidak puasa, dia menjawab, “sedang banyak kerjaan”
Ketika kau kejar, “Pekerjaan apa ?”
“bantu menjahit” jawabnya. Ternyata ibunya menerima jahitan.
Tanya aku lagi, “loh, kamu bisa menjahit ?”
“tidak sih, hanya bantu ibu angkat2 kain dan bongkar jahitan yg salah….”
WEW!!
Bukan apa, aku Cuma tidak bisa menerima profile seorang calon staf teknik, dengan kualifikasi lulusan SMK jurusan mesin, memiliki ketrampilan bubut besi, las, dan pekerjaan bengkel lainnya yang mustinya manly dan physiccal; tidak berpuasa karena membantu ibunya pasang kancing…..
Sewaktu aku tanya, “wah, kamu bantu menjahit saja sdh tidak bisa puasa..”
Barulah dia bilang, “ sebenarnya karena tadi pagi gak bisa bangun sahur…”
Well,
It’s very nice that he helps his mother. It’s a fine thing.
Tapi aku tetap berpikir: tidak seharusnya dia menjadikannya satu alasan tidak tekun beribadah….
Aku selalu berpikir bahwa ketekunan menjalankan ibadah adalah penting. Karena itu sangat membentuk karakter dan kepribadian seseorang.
Salah satu pertanyaan yg aku ajukan kepada calon beragama muslim adalah : “hari ini puasa ga ?”
Hampir semua menjawab ya. I like that!
Tapi ada satu yang menjawab tidak.
Orang ini sebenarnya lumayan keren. Foto yang dia lampirkan di berkas lamaran dia yg membuat aku tertarik mengundang dia wawancara.
Waktu aku tanya alasan kenapa tidak puasa, dia menjawab, “sedang banyak kerjaan”
Ketika kau kejar, “Pekerjaan apa ?”
“bantu menjahit” jawabnya. Ternyata ibunya menerima jahitan.
Tanya aku lagi, “loh, kamu bisa menjahit ?”
“tidak sih, hanya bantu ibu angkat2 kain dan bongkar jahitan yg salah….”
WEW!!
Bukan apa, aku Cuma tidak bisa menerima profile seorang calon staf teknik, dengan kualifikasi lulusan SMK jurusan mesin, memiliki ketrampilan bubut besi, las, dan pekerjaan bengkel lainnya yang mustinya manly dan physiccal; tidak berpuasa karena membantu ibunya pasang kancing…..
Sewaktu aku tanya, “wah, kamu bantu menjahit saja sdh tidak bisa puasa..”
Barulah dia bilang, “ sebenarnya karena tadi pagi gak bisa bangun sahur…”
Well,
It’s very nice that he helps his mother. It’s a fine thing.
Tapi aku tetap berpikir: tidak seharusnya dia menjadikannya satu alasan tidak tekun beribadah….
Subscribe to:
Posts (Atom)