Pages

Wednesday, November 09, 2005

Bajak Laut or Bajak Mall

Para perompak di laut disebut Bajak Laut (pirate); karena mereka beraksi di tengah lautan. Jelas ga mungkinlah seorang bajak laut bermata satu, berkumis lengkung + bertangan cantolan beraksi di dalam bajaj. hehehe

Para perompak hak cipta (piracy) musik, film dan buku sebenarnya juga kayak bajak laut. Baik produsen maupun konsumennya, karena jelas2 merampas hak royalti.
Tapi karena biasanya “tempat perkara” tidak di tengah laut, tapi di mall atau emperan maka para pelaku piracy (*termasuk aku yang kadang beli CD/DVD bajakan) pantas disebut Bajak Mall atau Bajak Emperan. Hihihi…


Seharian tadi aku jadi Bajak Mall.
Awalnya sih ga ada niatan (*alasan klise penjahat amatir), cuma pengen cari CDnya Carpenter dan Basia. Tapi di Disc Tarra dan beberapa toko ternyata ga jual. Trus coba-coba main mata dengan mbak2 di kios2 yang jual bajakan. Hasilnya :

- CD Michael Learn To Rock – Album Take Me To Your Heart
- CD Michael Learn To Rock - Album18 Love Ballads
- CD Lighthouse Family – Album Greatest Hits
- CD Matt Bianco – Album Another Time Another Place
- CD The Best of Incognito
- DVD Millions by Danny Boyle
Plus beberapa DVD film ga jelas lainnya.

Sebenarnya ada feeling guillty beli bajakan kayak gitu. Bahkan selama muter2 tadi ada rasa was-was dan sempet ngebayangin ditangkep Buser.
Tapi aku anggap saja pelampiasan untuk mengimbangi bad feeling sejak kemarin lusa.
Puncaknya adalah kemarin malam jadi ga bisa tidur, dan ketika jam 02.00-an bisa tertidur, setengah jam kemudian tiba-tiba terbangun dan melek sampai pagi.

Beberapa waktu yang lalu aku punya intuisi buruk terhadap beberapa orang. Aku sungguh berharap itu hanya prasangka. Tapi sedihnya semua mimpi buruk itu menjadi kenyataan.

Dan parahnya pelampiasan beli bajakan segitu juga tidak membuat aku seperti tokoh di komik HC Andersen : jadi hidup bahagia untuk selama-lamanya……..

Selesai jadi Bajak Mall, di kantor log in internet; ada Ika nulis di message FS, "Tetap Semangat ya!…bla…bla..bla….."
Entah Gimana rasanya semangat langsung terdongkrak melampaui IHSG. Hehehe…

Balik soal bajak mall atau bajak emperan, memang sulit dan kompleks banget ngomongin masalah piracy dalam bidang ini. Banyak sekali pihak terkait dan tergantung dalam bisnis ini. Mungkin para produsennya sangat diuntungkan tapi jalur distribusi dan pihak terkait lainnya juga banyak diuntungkan.
Lihat saja para pengecer di emperan, dan konsumennya yang terdiri dari masyarakat kelas bawah yang cukup terhibur dengan goyangan Inul atau CD bajakan Peterpan.
Tiket konser Michael Buble? Hyek! Mana kebeli ?

Seperti reply message aku tadi ke Ika, “Ya Ika, kudu tetap semangat!!, karena matahari akan tetap terbit esok pagi, dan ada Tuhan yang setia menjaga kita”

Besok pagi, sure I will be better: my feeling will be all rite as used to be.
Besok pagi, semoga ada kemajuan dalam hal piracy hak cipta musik, film dan buku.
Besok pagi masih tergoda jadi Bajak Mall lagi ?….wah! yang ini agak susah! Huhuhu…..

7 comments:

Nauval Yazid said...

percuma juga mau ribut2 masalah ini, pras, selama yang asli belum kejangkau, dan lembaga sensor masih berkuasa, dan importir belum mau import film2/musik2 bagus, i welcome bajakan juga deh! :)

nl said...

DVD ga jelas itu maksudnya apa ya ? he..he..

ttg hak cipta dsb..prihatin sih, sy pernah ngalami..desain dicuri dan sy gak dpt apa-apa..

guario said...

MENGAMINI NOVAL.
:D

Anonymous said...

untuk kali ini, gw stubuh ma nopal! *sambil ngumpetin semua CD dan DVD koleksi gw*

:P

ps : sombong yeeeee

Anonymous said...

hihihihihi support local piracy :D

pa kabuur mas? lama ngga kedengeran suaranya..

dodY said...

setuju aja deh! palagi dengan daftar itu: bikin ngiler :p

anastasianani said...

biasanya tuh kendala di harga kayaknya deh, lagian bea impor kita masih tinggi, jadinya ya,, hidup bajakan! hehehehe