Pages

Wednesday, August 30, 2006

arem-arem sumanto

Suatu hari aku dan teman sekelas berdarmawisata ke Yogya. Waktu itu kami kelas 6 SD. Sebelum berangkat, kami masing-masing dibagi 1 dos snack yang berisi antara lain, kue soes, arem-arem, kacang goreng dan permen.
Ketika hampir sampai Yogya, kami melewati daerah Bogem yang terkenal dengan Juru Khitannya. Sambil membuka arem2, iseng aku tanya, “potongan kulit khitan itu dikemanain ya?”
Dengan santai teman aku menjawab, “Oh itu, dijadiin krecek untuk sambal goreng. Termasuk untuk arem-arem yg kita makan ini”
Sontak aku lepeh arem-arem yg sedang aku kunyah, dan sisa arem-arem yang masih ditangan aku buang.

Sampai lulus SMA aku ga doyan arem-arem.

Arem-arem : kayak lemper gitulah, tapi dibuat dari beras nasi dengan isi sambal goreng ati, dibungkus daun pisang dan dikukus.

Sunday, August 27, 2006

beli...gak beli...beli....gak beli...

Ada satu hobi yang sudah lama sekali tidak di dinafkahi : memotret.
Dulu pas masih jadi kuli, sering banget motret2 apa saja yang diliat menarik. Secara waktu itu jadi arsitek, yang dipotret kebanyakan bangunan dan detail-detail interior. Kebetulan tustel kantor (masih model manual) spesifikasinya lumayan, bisa untuk bermain2 dengan kecepatan dan bukaan cahaya. Seneng banget kalau misalnya hasil jepretan gak kabur karena pake kecepatan rendah padahal ga pake tripod.
Kadang aku sering iri sama imgar yang punya kamera dan isi blognya foto2 keren.

2 hari ini aku sedang perang batin. Udah browse di internet + jalan2 ke toko kamera. Pengen banget beli kamera yang murah saja, tapi sudah cukup lumayan untuk motret2. Rasanya sudah jatuh cinta sama Canon PowerShot A430. Harga paket (+memory card, batere charger, dll) ga sampai 1,8 juta.
Sejak akhir tahun 2005 aku dan adik2 set up toko buku mandarin dan rohani di semarang. Namanya toko buku [ài] Seneng banget kalau bisa menata window display dan interiornya secara menarik. Pertengahan Agustus ini kami mengadakan pameran di Semarang dan Solo. Belum sempat terdokumentasikan. Ini membuat nafsu beli kamera semakin menggebu.
Tapi masih mikirrrrr....
Rasanya kamera belum jadi kebutuhan primer. Masih banyak yang lebih penting. Dalam kondisi ekonomi kayak gini, duit segitu juga bisa jadi tambahan modal (at least 20-25 buku khan lumayan).
Tapi kok aku masih pengen banget!!

Mosok sih mau beli kamera saja musti konsultasi sama psikolog ?! plis deh!

Monday, August 14, 2006

Diskriminasi

Belum lama ini RUU Kewarganegaraan RI disahkan.
Lumayan seneng karena berarti ada kemajuan dalam usaha menghilangkan diskriminasi. Tapi mungkin dalam kenyataan sehari-hari UU baru ini belum berarti apa-apa.

olotronok” adalah merk elektronik yang diproduksi di Indonesia.
Merek yang berasal dari Jepang ini terkenal di Indonesia. Kualitas produknya memang oke dan perusahaan ini memiliki banyak program kemasyarakatan. Selain itu slogan perusahaan menunjukkan visi “maju ke depan”
Tapi sudah jadi rahasia umum: seseorang keturunan china tidak akan diterima bekerja di perusahaan ini, kecuali sudah tidak ada alternatif lain.

Sebaliknya…

ilitrinik” adalah merk produk elektronik di Indonesia. Asalnya dari Jepang juga. Kebalikan dengan “olotronok”; jangan harapkan bertemu seorang yang bukan china di jajaran staf dan managemennya. Kalau bertemu orang non-china yang bekerja di perusahaan ini, jabatanya pasti diantara sopir, office boy, kepala gudang, atau satpam.

Jadi sering prihatin dan gusar.
Disatu sisi kebijakan 2 perusahaan itu (juga perusahaan2 serupa) rasanya sangat mengusik nurani. Kadang jadi pengen gak usah berhubungan dengan mereka. Tapi disisi lain rasanya mustahil mengelak menghadapi hal-hal stupid kayak gini.
Jadi mikir, orang2 kayak gitu dulu sekolahnya dimana, orang tuanya mendidiknya bagaimana, besok kalau mati di basement neraka lantai berapa….

Diskriminasi juga bukan cuma urusan ras, agama, suku, golongan….makin lama malah melebar ke urusan yang makin ga mutu.

Belum lama ini, aku menandatangani pembaruan akta penunjukkan dealer produk elektronik “olotronok”. Didalam perjanjian itu ada kolom nama isteri yang aku kosongin saja. Secara aku belum nikah.
Baru saja aku di telepon oleh staf perusahaan itu. Dia bilang ini bisa jadi masalah, dan sesuai “petunjuk” atasannya, aku musti membuat surat pernyataan belum menikah. Alamak!!

Oh ya, sebentar lagi peringatan 17 Agustus. Katanya sih peringatan “kemerdekaan”
Emang kita sudah merdeka ???