Pages

Sunday, December 23, 2007

Old

Kemarin sore pas ngajak Moses *keponakan* ke Eazy Video, tiba2 aku sadar : membaca tulisan resensi yang ada di cover belakang kudu agak jauh. Mata aku mulai plus!

Tadi sore pas liat mobil2 yang lewat depan rumah, tiba2 aku sadar instead of mobil honda jazz warna merah, aku lebih suka mobil kayak gini.

kesimpulannya : I'm getting old!!

foto diambil dari sini

Sunday, December 16, 2007

Jaclyn Victor

I don't care whoever wins the Asian Idol tonight, since she grab my heart already :p

Thursday, December 13, 2007

Melihat Dunia

2 hari sebelum tanggal 4 Desember, iseng chatting pake nick “Solo-2 hari lagi” yang ternyata bisa bikin banyak orang penasaran. Salah satunya :

2 hari lagi ada apa?, mau ngapain?

mau jalan2 liat dunia :p

oh…kemana emang?

deket2 sini saja, malaysia + singapore

ah cuma di situ saja…udah bilang liat dunia…hehe

whateveeeerrr!!!……

That’s it, tanggal 4 pagi2 berangkat ke Kuala Lumpur berdua dengan Ma. Setahunan ini sudah 3 kali ke KL; jadi liat KL udah kayak liat Yogya atau Semarang. Rada bosan malah.
Tujuan utama ke KL adalah medical-check rutin Ma. Meski kolestrol agak tinggi tapi secara umum hasilnya baik.
Tanggal 6 pagi terbang ke Johor Bahru trus naik bis masuk Singapore. Di Imigrasi Singapore sempat ditanya macam2, ga ngerti : apa petugasnya naksir atau aku dicurigain mau jadi pendatang haram. Hehe..

3 hari 2 malam di Singapore lumayan bisa kemana-mana : nonton drama musikal di Esplanade, ke Pusat Studi China di Nanyang Technology University (NTU), Museum of Art, njajal beberapa tempat makan, jalan2 liat lampu di Orchard, mustafa center, muter2 kota (*kota apa negara sih?) pake kereta dan bis bahkan sempat ikut kebaktian Natal.

Singapore memang resik, well managed dan terasa banget mempresentasikan ‘Dunia’ : apa2 saja ada! kecuali permen karet :p

So, meskipun ‘cuma di situ saja’ rasanya udah cukup bisa melihat bagaimana Dunia bergetar, dan memberi inspirasi + semangat how to become a citizen of the world. Hehe…
Balik Indonesia tanggal 8 Desember. Cape+bokek tapi puas banget.

Kalau mau baca cerita perjalanan bisa dibaca disini.

Saturday, December 01, 2007

Ke Belanda Mau Kawin ?

Perkenalan dengan seorang bule pada waktu pameran MicaWork di Ambarukmo Plaza Yogya Oktober lalu ternyata berlanjut sampai sekarang. Setiap kali mengantar pesanan, selalu ada pesanan baru lagi.
Bule Belanda ini punya perusahaan ekspor dan tinggal di sebuah bangunan bergaya kolonial di Pedan-Klaten. Lantai satu bangunan itu digunakan sebagai kantor, workshop dan gudang. Ruang-ruang pribadi ada di lantai 2 dan 3.

Selain ngobrolin detail pesanan, si bule ini seneng ngobrol tentang arsitektur. Bahkan dia bilang, “I love talk with you about architecture, so you’re welcome anytime to come here”
Si bule ini memang hobi banget dengan bangunan kuno, khususnya dalam hal restorasi.
Dia bahkan bisa menyebutkan beberapa bangunan kuno di Solo yang dia sesali karena kehilangan karakternya setelah di make-over.

Tadi siang diantar pak Sukadi, aku ke Pedan mengantar pesanan. Setelah ngobrol soal pesanan berikut, dia tanya,

I’m going to ask you : do you like to be an architect ?

Very much!. It’s my dreams of life. But I have a limitation of time.

No! no!..no!, I ask you ; do you like to be an architect ? wanna an arcitecture job ?

Yes of course!

Good!, follow me!

sambil berjalan dia bercerita tentang sebuah kastil kuno yang sudah dia beli dan dia restorasi di Belanda. Bangunan ini didirikan tahun 1672 oleh seorang pejabat dari Ambon jaman dulu untuk tantenya yang di Belanda. Si Ambon ini memang sangat kaaayyyaaaa raaaayyaaa.

aku dengerin sambil ber ‘o..’, ‘I see’, ‘waw!! Awesome!’ ‘great…!’ mengikuti si bule berjalan masuk kamarnya. (*hah? Kamar? Mo ngapain??)
dari lemarinya dia ngeluarin foto2 bangunan dan berjalan lagi balik ke balkon depan. (*oalah tahu gitu, mendingan dari tadi aku nunggu dibalkon saja daripada jalan beriritan kayak bebek).

Kastil ini terdiri dari 4 lantai dengan menara utama pada bagian entrance. Bangunan ini berdiri ditepi sebuah danau dengan pemandangan kayak di kartu pos.
Beberapa tahun yang lalu ketika dia membeli bangunan ini, kondisinya sangat buruk dan sampai saat ini sudah menghabiskan ‘a great fortune’ untuk mengembalikannya ke kondisi seperti aslinya. Sekarang ini digunakan sebagai museum dan termasuk 5 bangunan terindah di Netherlands.
Ada foto kastil tersebut di sini.

Si bule ini bilang dia sudah jatuh cinta dengan Indonesia, dengan segala kerumitannya, tetek bengek, dll dan pengen tinggal selamanya di Indonesia. So dia pengen membangun bagian menara bangunan itu di salah satu sisi rumahnya di Pedan.
Untuk itu dia butuh arsitek yang menyukai bangunan kuno, bisa bahas inggris, punya ‘taste’ dan bisa mengaplikasikan menara itu kepada desain dan tata letak rumahnya saat ini
Dan dia menawarkan posisi itu ke saya.
Iya!. Saya! WAW!!!

And the great part of it is : he would pay me to go to Netherlands to see and feel the building myself!

Dia bilang :
You need go there for several days and stay in the building. So you can see the building with your feeling. Otherwise you won’t be able to help me build this mad and crazy dream.

Rasanya kayak menang lotere : be an architect, dealing with awesome bulding, and get paid to go to Netherlands.

Tapi aku bilang, ‘well, I’ll love it, but let’s talk this after I’d back from malaysia’

Mikir juga lah!
Secara ini pekerjaan yang besar dan butuh konsentrasi dan waktu yang banyak. Butuh alat dan teman untuk bisa mengerjakan proyek ini.
Tangung jawab yang sangat besar.
Lagipula haduh!..... Ke Belanda? Ga kebayang ngomong pake bahasa tarsan.

Jadi ingat garwa yang dulu pengen nikah di Belanda :p

Ndilalah, malamnya di Panca Murah datang seorang langganan beli AC, ngobrol ngalor ngidul ternyata dia dosen fakultas Arsitektur di UNS, dan S2 nya mengambil bidang restorasi bangunan. WAW!! Kebetulan yang pas banget.
Jadinya malah kami ngobrol soal kemungkinan2 yang ada. Seneng banget rasanya. Udah kayak overdosis minum kopi : excited ga karuan, ditambah tinggal 3 hari lagi jalan ke Malaysia dan Singapore. Makin ga bisa konsentrasi kerja.

Oh ya, untuk perjalanan tanggal 4 Desember nanti itinerary nya : Solo – Kuala Lumpur – Johor Bahru – Singapore – Jakarta – Solo. Cuma aku dan Ibu.
Kecuali untuk Jakarta – Solo, semua tiket sudah confirmed. Hotel sudah di booking dan sebagian sudah dibayar.
Tanggal 6 rencananya mau nonton drama musikal di Esplanade. Iya! Esplanade. WAW!!
(seandainyaaaa… saja bisa pergi ber4 seperti dulu…)

Balik soal ke Belanda:
1. Kudu beli Lonely Planet edisi Netherlands.
2. Kira2 siapa ya yang mau diajak kawin di Belanda

Hehe…

Saturday, November 24, 2007

Asian Idol

Sesudah melihat tampilan para pemenang Indonesian Idol : Delon, Mike, Ihsan dan Rini, aku pengen usul ke panitia Indonesian Idol (*panitia? kelurahan kalee), Untuk Asian Idol, daripada ngirim salah satu kontestan, mending kirim Reog saja...kayaknya lebih genuine dan otentik.

(*serasa nonton lomba karaoke-an di kelurahan pas KKN jaman dulu)

Thursday, November 22, 2007

Paket Hemat Thanksgiving

Banyak orang Indonesia yang ikut merayakan budaya-budaya Amerika.
Misalnya saja : Valentine, Haloween, Hari Ibu, Hari Bapak, baby shower, dll.
Tapi anehnya perayaan Thanksgiving malah gak.

Padahal sebenarnya Thanksgiving adalah perayaan yang paling dekat dengan budaya agraris di Indonesia.
Thanksgiving bukan perayaan agama.
Awalnya adalah perayaan syukuran atas hasil panen para petani dan peternak di Amerika.
Dalam perkembangan kehidupan modern, Thanksgiving menjadi momen keluarga dan bangsa untuk mengucap syukur atas kehidupan yang sudah dilalui. Thanksgiving juga menjadi momen untuk berbagi.


Hari-hari ini, warga Amerika sedang merayakan Thanksgiving. Kalau di Indonesia ga ada even kayak gitu, semoga bukan berarti karena orang + bangsa Indonesia tidak bisa bersyukur, tapi rasa syukurnya sudah dijadikan satu paket dengan perayaan agama masing-masing. (*paket hemat kalee...)

Tuesday, November 20, 2007

Sriwijaya-Adam

Sabtu kemarin ke Jakarta (lagi).
Malam sebelum tidur, aku baru nyadar : di halaman depan tiket Sriwijaya ada tulisan : 'check-in minimal 1 1/2 jam'. Buset!!! kalau terbang jam 7 pagi, berarti kudu sampai di bandara sebelum jam 05.30 pagi. Plis deh!! mo ngapain ??? manasin + ngelap pesawat ?
Jam 04.30 pagi bangun trus mandi, sebelum pake pakaian telp taksi dulu. Jam 04.55 udah duduk keren di taksi mampir di Mangkunegaran nitip kunci trus meluncur ke bandara.
Dalam perjalanan airport, seperti biasa coba ngobrol sama sopir taksi. Ngobrol soal kerjaan tapi jadi sebel ketika dia tanya lowongan untuk anak temannya. Sebelnya karena dia nunjukin bahwa si anak itu Kristen dan ibunya China.
So what??
Paling jengkel kalau hal-hal kayak gitu ditekankan. Negara ini apa gak makin kacau kalau kesempatan kerja hanya diberikan kepada org yang seagama dan sesuku.
Tapi daripada teriak2, aku bilang, 'ya sudah to pak, kirim saja lamarannya, siapa tahu ada yang butuh nanti..'

Sampai di bandara jam 0525, aku cepet2 masuk bandara tapi langsung dihentikan sekuriti, 'maaf mas, belum buka..'
GUBRAKSSSS!!!! kampungan bangetttttttt!!!
aku tunjukin tiket Sriwijaya, 'Pak, minimal 1 1/2 jam loh pak'
pak satpam dengan santai bilang, 'lha wong petugasnya belum pada datang..'

bagoooozzzzzzzz!!!!!

Singkat cerita, konter check in buka jam 0540. Pilot dan pramugari nongol jam 0645.
Pesawat terbang tepat waktu : jam 0700.
Baru pertama kali ini naik Sriwijaya. Pramugarinya cantik dan keramahannya natural, ga dibuat-buat. Pesawatnya juga bersih. Dapat snack + minum.

Dari Cengkareng aku naik bus Damri ke Gambir trus disambung bajaj ke Tanah Abang.
Baru berapa kali ke Tanah Abang, tapi kok sudah banyak yang kenal.
'boss, kapan dari Solo'
'langganan dari Solo nih'
'loh..kok udah ke sini lagi'
'borong lagi ya mas...'
'...Din...langganan lo datang nih...'
'Bos kok tambah ganteng!'
(*yang ini cuma ada di benak saya. hehehe)

Jam 1120 udah selesai trus langsung cari taksi ke Cikarang untuk bahas renovasi rumah Nyo.
Dan ternyata mahal banget taksi Tanah Abang - Cikarang : argonya Rp 126 rb belum termasuk tol!!
Sampai jam 1450 Linda dan Nyo belum keliatan, masih belum beres dengan kerjaan mereka.
Sampai jam 1505 belum nongol juga, aku putusakan cabut balik ke Cengkareng. Aku tinggalin saja sketsa denah yang sudah kami bahas lewat telpon.
Secara Bis Damri Bandara sudah berangkat, terpaksa naik taksi lagi.

Perjalanan Cikarang-Cengkareng lancar, cuma macet di daerah JembatanTiga.
Argonya Rp 200 rb + toll....HAHHHHHH!!!!

Jam 16.30 saja sudah sampai Bandara. Agak kepagian untuk AdamAir jam 1900 ke Yogya.



Sesudah check-in, aku keluar lagi mo makan di KFC.


Secara aku lapar, pesen makannya banyak banget : Yakiniku with rice, 1 extra rice, 1 ayam paha atas dan Pepsi gelas besar. Kenyang setengah mati. hihihi....
Aku sempat muter2 di bagian luar bandara yang udah kayak terminal bis ini.




Jam 1730 aku masuk dilanjut ke waiting lounge. Orang Adam bilang, 'Pak, delay 30 menit'

bagooozzzzzz!!!



Tapi kerennya Adam bagi2 nasi goreng. (*kelasnya 'penumpang pesawat' tapi tahu ada nasi goreng gratis kok rebutan kayak pengungsi. memalukan!)

Secara aku sudah kenyaaaaaannng sama KFC, aku berdiri ambil foto saja. hehehe....
Aku pikir delay akan lebih dari 30 menit, karena sampai ada nasi goreng, pasti delay-nya lama.
Ternyata bener2 cuma 30 menit.

Kali ini aku bisa dapat window-seat, duduknya ga sebelahan sama orang gendut, tapi tangannya penuh luka sampai pasang seat-belt saja ga bisa. OALAH AdamAiiiiiiiiiir!!!!!

Pramugari AdamAir? weks! ga ada manis2nya sama sekali.

Landing di Bandara Yogya lumayan oke, tapi kayaknya baru kali ini aku merasa ngeri waktu landing. Ga takut mati sih. Ga tahu kenapa.

Clear masalah bagasi, aku naik ojek ke Janti, trus naik bis ke Solo.

Sampai Panca Murah jam 1110.

Capek tapi lega. Selamat sampai rumah.

Bukankah itu yang paling penting. mau naik Sriwijaya, Adam, AirAsia, Garuda, atau Singapore Airlines....yang penting bisa sampai tujuan, bisa pulang sampai rumah.

hehe...

Thursday, November 15, 2007

1 tiket 2 kursi

Disetiap bandara pasti ada sebuah kotak untuk mengukur dimensi bagasi yang bisa dibawa masuk ke dalam kabin. Tas golf misalnya tidak muat kedalam kotak pengukur, jadi ga mungkin bisa ditenteng ke dalam kabin.

Aku mikir, mustinya juga disiapkan alat untuk mengukur bodi penumpang. Kalau ada penumpang yang lebih besar dari standar, maka penumpang itu DIHARUSKAN beli tiket untuk 2 seat.

Minggu lalu dari Jakarta ke Jogja pake AdamAir flight terakhir.
Cuaca malam itu sangat jelek, sepanjang perjalanan pesawat terguncang-guncang keras dan pilot terus menyalakan tanda ‘seat belt’.

Namun yang menyiksa adalah penumpang sebelah aku bapak2 yang ‘mbodi’ : ombo tur gedhi -> lebar + besar menyita sandaran tangan dan ¼ bagian kursi aku, Udah gitu ‘body odor’ bapak itu yang kemana-mana. HUEK !!
Untung saja aku mendapat isle-seat jadi bisa mendapat ruang+udara di lorong

Sudah beberapa kali mengalami hal ini: naik pesawat dan duduk disebelah penumpang oversized. Ga enak banget.

Sampai di Yogya, pesawat mendarat keras sekali. Baru sekali ini aku mengalami hard landing seperti itu. Dalam hati aku berpikir, ini pasti juga gara2 bapak oversized yang sudah pasti overweight ini.


Jadi sudah saatnya airline memperhatikan hal ini : ukuran dan berat penumpang.
Diskriminasi ? gaklah…..selama ini semua airline juga sudah ngurusin wanita hamil, anak2, lansia, orang cacat.
Ngurusin oversized+overweigh person juga sama pentingnya dengan melarang penumpang merokok, bawa durian, atau bawa ayam hidup ke dalam kabin.

Ga adil banget kalau penumpang dengan berat badan 40 kg kudu membayar over bagage 10 kg, sementara penumpang lain berat badannya saja sudah 90 kg.
(*Kemarin naik AdamAir, kudu bayar over bagage 22 kg, tapi direceiptnya hanya di tulis 19 kg sisanya masuk kantong petugasnya.)

So, kalau ada orang beli tiket lewat telpon, selain tujuan, jam keberangkatan dll, juga kudu ditanyakan : berat badan dan ukuran celana, kalau ukuran celana saja udah 40, berikan pilihan, “bapak mau beli tiket 2 seat, atau mau masuk bagasi/kargo ?”

Hehe…sebenarnya ya ga segitu-gitunya!….cuma saja seharusnya oversized person nyadar diri kalau naik pesawat : duduk lebih ‘rapi’ supaya penumpang disebelahnya juga bisa duduk nyaman.
(*Ngebayangin duduk sebelahan sama pr*tt* *sm*r* di kelas ekonomi dalam penerbangan lintas benua …what a night-mare!!)

Sunday, October 21, 2007

Amazing Race Wannabe

Seharusnya Ma ke Kuala Lumpur bulan Oktober ini untuk medical-check. Tapi saking banyaknya kerjaan : momen Lebaran, pameran MicaWork kemarin, pameran buku akhir November nanti; akhirnya diputuskan bulan Desember nanti baru berangkat. Sekalian pas momen Natal + tahun baru.
Sebenarnya kami punya gang travelling, membernya 4 orang. Tapi satu member : adik aku sibuk dengan kerjaannya, satu member lagi ikut ekspedisi "Tambolaka Forever"
Jadinya cuma kami berdua.

Namun pejalanan kali ini pasti exciting, karena setelah urusan di KL selesai mau mampir ke Singapore dan Jakarta. Rute KL-Singapore pun bisa jadi 2 alternatif :

Alternatif A : Di KL cuma semalam (*apalagi yang mo diliat?), besoknya pake MAS atau SIA flight terakhir ke Singapore (*atau malah ke Bangkok atau Macau saja ya?).

Alternatif B : Nginep 2 malam di KL trus hari ke 3 pake AirAsia ke Johorbaru, baru dilanjut 40 menit jalan darat ke Singapore. Alternatif ini lebih repot tapi murah + bisa liat kota Johorbaru.
Saat ini baru tiket Solo-KL yang sudah dibeli. Singapore-Jakarta pake Jetstar dibeli online nanti mepet2 saja. Untuk tiket mampir2 dan hotel diurus sambil jalan. Toh cuma berdua.
Juga karena kalau beli di Indonesia dapetnya mahal : published rate, juga supaya rada deg2-an kayak ikut Amazing Race. hehe...

Wednesday, October 10, 2007

Ramadhan tahun ini ?

Iya banget! (*Panasonic mode on) Bahkan juga bagi orang yang tidak merayakan Ramadahan seperti saya.
Bagi Muslim Sejati, Ramadhan selalu dirindukan. Demikian juga saya. Kalau bisa malah setiap bulan. huehehehe....
Karena ini adalah masa-masa dimana penjualan meningkat dan tentu saja margin keuntungan lebih besar.
Tapi ada rasa prihatin dan kuatir : Ramadhan juga hari raya lain: Natal, Nyepi, dll hanya menjadi 'berkah' dalam bentuk materi.
Memang sih dalam momen itu ibadah makin intens : ke masjid, gereja, dll.
Tapi ibadah hanya sebagai ritual: relationship dengan Tuhan tidak meningkat, religius-itas tetap saja segitu, tingkah laku sehari2 ya teteeep aja kayak gitu, kemanusiaan di sekeliling kita tetaaaaap saja terabaikan. (*apa kabar korban lumpur porong ?)
Yang heboh : Toko/mall/pasar ramai, makanan berlimpah ruah, pakaian baru dipakai, kredit mobil baru, dll
Kekuatiran ini bukan tanpa dasar.
Setiap orang kalau ditanya tentang hari raya agama yang dianutnya, semua bilang "Ramadahan/Natal/Nyepi waktu aku masih kecil dulu rasanya lebih bermakna dan berkesan"
Apakah itu karena kita semakin dewasa, realistis dan semakin kehilangan imajinasi.
Atau memang Ramadhan, Natal, Nyepi, dan hari raya lain semakin kehilangan makna religius-itasnya, dan beralih menjadi festival thematis yang 'diselenggarakan' oleh mall dan dunia materialis.
ah!
(yang penting besok pagi penjualan tetep okeh!)

Monday, October 08, 2007

Thursday, October 04, 2007

My First Buyer

1 Oktober 2007 – the loading

Sesuai rencana berangkat ke Yogya pakai 2 mobil.
Mobil pak Sukadi bawa barang; Ma, aku, mbak Tari dan mbak Nina naik mobil yang disupiri Iwan.
Kira2 jam 2100, sampai di Yogya, langsung ke Ambarukmo Plaza. Sudah ada Ay nunggu. Muter2 sebentar trus ngopi di Dunkin Donuts. Tepat jam 2200, EO pameran Mavindo 2000 memberi kode loading bisa dimulai.
Sempat ada masalah dengan pemasangan rak tapi untungnya Ay bisa nyariin gergaji, so aku jadi MacGyver pake acara gergaji segala. Tapi akhirnya jam 00.50 loading barang : nurunin dari mobil, ngangkutin, pasang rak, ngatur barang sementara bisa selesai.
Langsung pulang ke rumah Ay di Jl. Jambon. Mampir beli gudeg 'kotamas' di Jl. Solo untuk sahur mbak Tari dan Mbak Nina.
Sampai rumah Ay, makan, ngobrol trus tidur jam 0230-an.
Sudah lama banget ga ke rumah Ay. Ada barang2 aku waktu masih mahasiswa dulu yang memaksa jadi ingat masa lalu.


2 Oktober 2007 – the first day

Jam 8 udah pada bangun. Aku merasa lumayan segar.

Jam 1000 udah sampai Ambarukmo Plaza, langsung tata ulang.Jam segitu udah banyak pengunjung, dan sudah mulai ada pembeli.
Jadinya agak repot juga : barang sedang diatur tapi diacak2 lagi oleh pembeli.
Tapi senengnya : setiap orang yg lewat pasti berhenti dan nampaknya menyukai barang2 yang didisplay.

Penjualan lumayan bagus. Even untuk hari pertama.
Saking sibuknya, tahu2 udah hampir maghrib, so aku cepet2 beliin makanan untuk mbak Tari dan mbak Nina buka puasa.
Aku pengennya habis itu aku balik ke Solo. Sementara Ma dan Iwan masih tinggal di Yogya.

Tapi pas nungguin Tari dan Nina makan, ada seorang cowok bule meraih sebuah bantal sofa trus tanya

How much is this cushion?

35 thousand rupiah perpiece sir, but if you take more than 4 pieces, I’ll give you 10 % discount

dia mikir2 sejenak, ngajak salaman sambil bilang :

Okay, deal! Can you make the delivery to Klaten ?

Pikir aku, (Plis deeegh! mo beli bantal 4 aja minta dikirim ke klaten)
Aku bilang, How many cushion you want to, sir?

Dia langsung sigap memilih beberapa bantal dan bilang
I want these models, give me 30 pieces for each model. You may deliver them after lebaran, since my container will be set after lebaran as well.

Gubraks!
Tiba2 aku sadar, kalau aku serius ngerjain barang2 kayak gini, cepat/lambat akan ada yg beli untuk dijual di luar negeri. Dan bule ini adalah my first buyer. WAW!!

WAW!!

Great! Is it okay for you to receive them 7 days after lebaran ?

Okay, that’s definitly okay.

Dia langsung meraih nota penjualan dan menulis sendiri quantity pesanan dan nilai rupiahnya.

By the way, what are you going to do with those cushions? Aku tanya.

I’ll export it of course! , what do you think I buy that much cushion for then! I used to buy them in Bali, there’s no such this kind design of cushion in Yogya. If my client satisfied with the cushions, we’ll make continue buying. Please send me further information.

Trus dia dia jelaskan teknik dan syarat packing. separo otak aku sudah melayang kemana-mana…duh barang gue mo diekspor!!

Waktu transaksi udah selesai aku ajak salaman dan bilang,

Nice to know and have a bussiness with you.

Me too, good luck for you

Udah itu, semua rasa lelah fisik dan emosi akhir2 ini tiba2 langsung ilang gitu saja.
Ga tahu cuma halusinasi atau beneran, Ambarukmo Plaza nyetel lagunya Michael Buble : Feeling Good

Yups! Rasanya feeling good banget.
Keluar dari Ambarukmo Plaza, naik beca ke Janti naik bis balik Solo.
Cape banget tapi seneng banget.

I met my first buyer!!!

Sampai di Solo lebih seneng lagi : Sugeng bilang ada wartawan Trans 7 ninggal kartu nama pengen ngadain peliputan. WAW!!

Pameran masih akan berjalan beberapa hari. Semoga bisa tetap bagus. Kalau hasilnya lumayan, khan bisa untuk tambahan uang saku rencana aku dan Ma ke Kuala Lumpur besok akhir Oktober.
Ahak!!

Wednesday, September 26, 2007

menjelang 1 Oktober 2007

Aku sedang kehilangan.

Kehilangan rasa percaya diri.

Tanggal 1 Oktober – i.e. 6 hari lagi kudu buka pameran bantal di yogya
Masih ada beberapa pekerjaan pokok yang belum selesai. Tapi aku yakin bisa menyelesaikannya tepat waktu. Seperti biasa SKS = Sistem Kebut Semalam. hehe
Yang bikin surut percaya diri adalah apakah produk yang akan dibawa ke Yogya nanti dapat diterima pasar: disukai dan dibeli orang.
Secara selama ini bantal2 ini cuma dipasarkan di One One Solo.

Peminatnya lumayan, penjualan meningkat, dan bahkan sudah mulai ada order dari beberapa departement store.
Kemarin sore excited juga, karena ada yg borong bantal2 jumbo dan kayaknya yang beli bukan orang ‘sembarangan’ Itu artinya desain dan kualitas sudah oke.

Mungkin ini karena capek saja. Udah hampir satu bulan ini tidur di atas jam 2 pagi. Enam jam kemudian sdh kudu bangun, dan sepanjang hari kerjaan fisik ga ada jedanya.

Bikin bantal2 ini sebenarnya juga kerjaan ‘ga sengaja’
Tadinya di toko One One dijual bantal berbentuk kaki. Lumayan laris tapi ga tahu kenapa pabriknya ga bikin lagi.
So, aku dan mbak Tari iseng cari bahan dan suruh mbak Yati jahit.
Ternyata terjual kenceng bahkan desainnya dikembangkan jadi macam2. Trus akhirnya nambah 1 orang teman lagi untuk ngerjainnya; Nina

Kalau akhirnya dijadiin kerjaan serius itu bukan karena aku suka kerjaan jahit. Bahkan sampai sekarang di “studio” tempat mbak tari, Nina dan aku potong2 kain, ga ada mesin jahitnya. Kami outsourcing keluar.

Bagi aku kerjaan ini malah kayak kompensasi ilmu arsitektur yg sudah lama di anggurin.
Menyenangkan sekali bermain proporsi, dimensi, tekstur, bahan dan warna.
Tanpa sengaja, aku jadi sering bercerita tentang apa itu ‘golden section”, dll kepada mbak tari dan Nina

Kalau sebulan yg lalu komit pameran di Yogya juga mungkin kumat impulsif saja.

Besok pagi kudu beli tripleks dan besi profil untuk bikin rak pameran. Tukang yang sedang renov rumah sudah aku beri tahu supaya besok ngerjain itu saja
Oh ya kartu nama juga belum siap
Pricing ? ah itu nanti saja hari terakhir.

Bikin bantal rasanya kayak pelukis, pematung atau seniman lain. Seniman = artis

Waks!

Berarti besok kudu ketemu RT dan Kelurahan untuk ganti KTP -> Profesi : Artis !!

hi hi hi.......

Sunday, September 23, 2007

Taoge Rp 50 juta

Baru saja lolos dari maut.
Nyaris saja dibunuh trus dimutilasi dan dicacah2 dan disebar dari Sabang sampai Merauke.
Nyaris!!
Itu juga kata Pak Jun.

Gara-gara ngomong ke Pak Jun bahwa aku ga bisa mengapresiasi tanaman jenis Anthurium yang sekarang sedang top-markotop mengalahkan pamor segala macam seleb. Apa bagusnya tanaman2 jenis ini, kok harganya sampai ratusan juta. Kalau aku jadi tukang kebon, tanaman2 Anthurium jenis Jenmanii, Gelombang Cinta dll, akan aku tebas-i (*tebangi) trus aku kasih ke kambing.

Jawaban Pak Jun seperti diatas : oleh pemiliknya aku bakal di rajam, dimutilasi, dimasukin blender trus dinaikin kapal terbang dan disebar dari ujung sabang sampai merauke.

wakakakak…

Sekarang ini semua orang sedang kerasukan setan Anthurium. Semua ngobrolin Jenmanii, Gelombang Cinta, Black Dragon, Cobra, Pucuk Merah, dll yang merupakan jenis2 tanaman Anthurium.
Termasuk pak Jun dan 90% kenalan lain. Ga pengusaha, ga tukang becak, ga tukang tambal ban, ga penjual blewah, gak di toko, gak di warung wedangan, semua ngomongin ‘gelombang cinta’
Tiba2 semua orang bermutasi jadi ahli botani; dengan fasih membahas media tanam, ukuran pot, teknik persemaian, watering, penyerbukan buatan, dll.

Tanaman yang tunas umur sehari saja dijual 30 rebu, tiap hari dimandiin pake susu, kalau udah gede dijual ratusan juta, dan bikin banyak orang kayak mendadak.

Padahal beberapa tahun yang lalu daripada dikasih Anthurium orang lebih senang dikasih kubis, bisa dibikin gado2. hehe…
Tapi ya gitu ya, sesuatu yang tadinya biasa2 saja karena hukum pasar : supply-demand; dll tiba2nilainya bisa melonjak beratus-ratus kali.
Seorang gadis desa yang berangkat ke kota sebagai pembantu RT bisa bermetamorfose menjadi artis kondang ngalahin Beyonce. (plis deh!)
Tapi mungkin juga sebaliknya…

Dalam jagad wayang dikenal pusaka bernama ‘Cakra Manggilingan’ yang berbentuk roda berputar.
Konon itu melambangkan kefanaan dunia, seperti roda yang berputar.

So, diem2 taoge lalapan rawon tadi siang aku simpan. Siapa tahu 8 tahun lagi dihargai Rp 50 juta. Siapa tahu?!
gambar di ambil dari sini

Monday, September 10, 2007

Banama

Namanya BANAMA --> Bantal Pake Nama hehehe...

click here for further info

Monday, September 03, 2007

ada saya ditengah Indonesia dan Malaysia

Di tengah rasa gusar bangsa Indonesia (termasuk saya) karena disebut “Indon” di Malaysia,
Di hati saya masih ada rasa gusar karena sering dimaki ‘cina’ di negara saya : Indonesia

Di tengah rasa sakit hati bangsa Indonesia (termasuk saya) karena warganya teraniaya di Malaysia,
Di hati saya masih ada sakit hati ketika pada tahun 1998 semua usaha keluarga habis dibakar dan ada tulisan di dinding, “BUNUH CINA!”

Di tengah rasa pahit bangsa Indonesia (termasuk saya) karena HAM warganya dilindas di Malaysia,
Di hati saya masih ada sepotong pahit ketika ingat hampir tidak dapat sekolah karena saya disebut NON pribumi, NON anu, dan NON anu lainnya.

Di tengah rasa geram bangsa Indonesia (termasuk saya) karena diskriminasi perlakuan warganya di Malaysia,
Di hati saya ada sebongkah geram setiap kali menjadi sapi perah birokrasi di negara yang saya juga adalah warga negaranya legal dan sah.

Di tengah murka bangsa Indonesia (termasuk saya) dan tuntutan pernyataan maaf dari Malaysia
Di hati saya ada murka kepada semesta dan tuntutan maaf dari humanitas fana yang demikian degil dan tidak berarti.


Semoga saja saya bisa belajar agar jadi lebih bijak.

The World on A String

I've got the world on a string
I'm sitting on a rainbow
Got that string around my finger…

Lagu "I've Got The World on A String" versi Michael Buble sekarang ini jadi lagu utama di playlist. Hari-hari ini memang semangat banget. Rasanya dunia ada di dalam jangkauan jari. Sampai apa2 pengen aku raih dan aku kerjakan.

Lebaran sudah dekat. Bagi bisnis ini merupakan panen raya yang paling diharapkan sepanjang tahun. So persiapan kudu all out! Supaya penjualan maupun profit bisa maksimal.

Untuk tahun ini, aku kudu fokus pada beberapa jenis usaha yang nyambung dengan momen lebaran

Elektronik
(ayo yang mau beli tv LCD, kulkas baru, mesin cuci otomatis?)

Furniture
(ibu2 yang pengen pamer sofa baru, meja makan anyar ?)

Kios Kado
(mau ngasih bingkisan lebaran? cuma wrapping? Bisa! Bisa kok!)

Jasa reparasi teknik
(atau cuma reparasi kipas angin, kompor gas, mecin cuci juga bisa loh!)

Mica Work
(klik saja di sini, siapa tahu pengen punya yg kayak gitu)

Semua butuh persiapan spesifik + konsentrasi khusus, modal untuk stok, display, pricing, strategi promosi, dll
4 jenis usaha pertama selama ini sudah berjalan lancar, sehingga hanya butuh tambahan energi untuk menghadapi momen lebaran. Tapi untuk mica work, kudu start from scratch. Selama ini cuma digarap amatiran dan kroyokan oleh teman2 yang berminat sama. Padahal aku sudah deal pameran di Ambarukmo Plaza Yogyakarta minggu pertama Oktober. Artinya : waktu persiapan ga sampai sebulan.

OOT. 2 hari yang lalu sempat jatuh (*pasti bunyinya ‘klunting’, secara aku kurus) badan demam, sakit kepala, dan sakit di persendian, tapi sesudah tidur+makan cukup besoknya fresh lagi.

However, mulai besok pagi sudah ada orang khusus untuk mica work dan tadi sore aku sudah ngobrol sama mbak Tari untuk bikin program kerja pameran. Mulai dari jenis dan jumlah produk, strategi pricing, rencana kerja, penjualan di yogya paska pameran, contact agent di yogya, dll.
HAH! Semangat banget!! Yogya, here we come !!
(*udah mimpi bisa ikut INACRAFT 2008 di balai sidang Jakarta tahun depan)

Apalagi yang bisa jadi penghalang kerja yang dialasi semangat + doa?
Segala sesuatu yang diawali dengan optimis dan bila kehendaki Tuhan, pasti tidak akan mengecewakan.

I've got the world on a string
I'm sitting on a rainbow
I got that string around my finger
What a world, what a life
Oh, what a world, what a life
What a world, what a life, cause I'm in love…..


Oops! Michael Buble salah banget,
The World it is
The Life it is
but the love…… is not.

Friday, August 31, 2007

tiba-tiba

tiba-tiba...

aku kangen!

gambar dipinjam dari sini

Monday, August 27, 2007

LOST

I can't believe it's over
I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I'd only knew
The days were slipping past
That the good things never last
That you were crying

Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And god I hope it's not too late
It's not too late
'Cause you are not alone
I'm always there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When your worlds crashing down
And you can't bear the thought
I said, babe, you're not lost

Life can show no mercy
It can tear your soul apart
It can make you feel like you've gone crazy
But you're not
Things have seem to changed
There's one thing that's still the same
In my heart you have remained
And we can fly fly fly away

'Cause you are not alone
And I am there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When the worlds crashing down
And you can not bear to crawl
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost

"Lost" - Michael Buble - Call Me Irresponsible

gambar diambil dari sini

Tuesday, August 21, 2007

Mengukur Diri

Lima minggu yang lalu jagad selebritis di lingkungan kerja terusik dengan berita “Dede mau nikah!”.
Jelas ini sangat mengemparkan, secara sebelumnya si Dede bilang dia dan lili-pacarnya paling cepet menikah 2-3 tahun lagi. Alasannya dia baru 22 tahun, belum punya tabungan, dan yang terutama gak boleh melangkahi kakak lili yg masih jomblo.

Rame banget gosip tentang pernikahan ‘dicepetin’ ini : kadung isi duluan, tiba2 kakak lili ngasih lampu ijo, keburu BBM naik lagi, kuatir tanggul lumpur lapindo brantas jebol lagi (*apa hubungannya)…sampai kuatir ga dapet pembagian kompor gas gratis (*yang mana ini adalah ngarang banget)

Dede bilang pernikahan akan diselenggarakan sederhana, keluarga Lili tidak akan mengadakan resepsi, setelah ijab kabul sorenya diadakan syukuran sederhana di rumah keluarga dede.
Sudah jelas wartawan tidak diundang.
However, aku sudah ngomong, sebagai atasannya aku akan berusaha membantu sesuai kemampuan yang ada. Toh aku pikir ga akan bikin pesta nikah ‘wedding of the year’ pesan baju Anne Avantie, ngundang artis KDI, atau nyewa mobil jaguar untuk mobil penganten.


Suatu senja tiga minggu yang lalu terjadilah percakapan antara aku dan dia (*haha..dangdut banget) :

De, gimana persiapan nikah kamu, udah tinggal 1 bulan khan....munch…munch.. (*sambil ngunyah singkong goreng sisa sarapan pagi)

Ya gitu…sudah tanya2 gedung dan katering…

HAH? Loh!…loh … kok pake gedung ? emang mau ngadain resepsi ? (*cepet2 singkong di mulut aku telan)

Iya, halaman rumah khan sempit, padahal mau nyebar 250 lebih undangan, jadi tamunya 500-600 orang belum termasuk keluarga jauh-dekat

HAHGGHH!!! Kok banyak banget ?….itu mahal banget loh. Emang duitnya ada? (*mata mulai kunang2)

Ya itu pak, saya memang mau pinjem duit ke bapak…

(*cleguk)…..masih butuh berapa? (*persendian mulai lemas)

Belum ada semua pak…. total kira2 butuh X juta

*GUBRAKZZZ!!!
Ehm…ehhmm……ehm……anu…..coba kamu buat rinciannya, bes…besok kita bicara (*rasain loe! Sok nawarin bantuan)

Sekilas info : si Dede ini anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya (cowo) sudah menikah dan waktu itu ga ada acara apa2. adeknya cewek masih duduk di SD. Secara ekonomi si Dede memang lebih mapan dibanding ortu yang buka warung makan kecil2-an dan kakak cowonya yg hanya bekeliling jualan es. So si Dede memang jadi ‘kebanggaan keluarga’.

Besoknya, pagi2 Dede udah ngasih rinciannya.

Ini pak, rincian resepsinya.

Aku pelajari dulu ya…..(*jantung berdegup seperti mau perang, mulai membayangkan kudu pakai kupluk kayak Krisna Mukti di reality show ‘nikah gratis’)

Sorenya aku ngomong ke Dede :

De, rincian kamu ini masih kurang banget, kalau kamu mau bikin resepsi kayak gitu, ga cukup kalau cuma X juta, bisa sampai 2-3 X juta loh. Sebenarnya resepsi ini keinginan siapa? Kalau kamu mau memaksa diri seperti ini nanti apa gak jadi masalah….

Ini keinginan ayahnda dan ibunda (*halah). Ayahnda bilang selama ini teman2nya selalu mengundangnya bila punya hajatan.

(*dengan suara lembut dan bijak tapi ga kayak bapak2)…..bukan apa, kalau kamu pinjam segitu, gimana mau ngembaliinnya? Itu kira2 25 kali gaji sebulan kamu. Belum lagi kalau nanti sesudah ini kamu punya anak…..jangan mengharapkan uang sumbangan resepsi deh…iya kalau banyak, secara ekonomi negara ini sedang susah…..bla…bla…bla…
Mendingan malam ini kamu bicara lagi sama bapak ibu. Kalaupun aku minjemin duit segitu, yang mana aku juga kudu cari pinjeman, kayaknya kok aku malah menjerumuskan kamu…besok pagi kita ngomong lagi deh
. (*buset dah bapak-ibunya si Dede…pengen bikin show tapi orang lain yg disuruh mikir duitnya…emang dipikir aku Helmy Yahya produser ‘nikah gratis’)

Besoknya si Dede bilang :

Pak, ayahnda dan ibunda tetap bersikeras mengadakan resepsi, dan mereka mau mengusahakan sendiri duitnya.

Oh gitu…yo wis, itu lebih baik untuk kamu. Biar ortu yang ngurus, kamu bisa nabung untuk keperluan anak kamu nanti (*tarik nafas rada lega…)

Kemarin siang (6 hari menjelang hari H) Si Dede yang mustinya sedang off datang ke tempat kerja dan bilang :

Pak, saya mau pinjam Y juta….(*jeder!…)

(*menghela nafas, pasrah)…coba ya aku usahakan besok…..
(*sambil ngitung2 pinjaman Dede yang selama ini saja belum beres)

Tadi sore aku beri uang yang dia mau pinjam. Rasanya campur aduk.
feel guilty : karena ga bisa bersikap tegas, tapi aku pikir dia mau pinjem duit sama siapa lagi
berat : mikir musti mengalokasikan duit lumayan gede
bingung : ga mudeng ‘pride’ seperti apa yang dikejar keluarganya dengan memaksakan diri menyelenggarakan resepsi kayak gitu.
Kasihan : habis resepsi tinggal mikir balikin hutang..tang…tang….

Mengukur jarak bumi-bulan kadang lebih mudah daripada mengukur diri. Seberapa mampu kita melakukan sesuatu.
So do I. Even ga kudu sekaya Onasis atau Bill Gates, tapi pengen juga bisa sesukses Donald Trump. (*serakah mode on)
Akibatnya sering lupa mengukur diri. Kayak artis semua job di teken kontrak : nyanyi, sinetron, iklan, partai politik, senam…(*kok jadi ingat Vena Melinda…hihihi…)
Semua kerjaan pengen dijabanin, dari retail elektronik, buku, fancy, furniture, jasa teknik, cloth-work, print-shop, dan sekarang lagi pengen jualan chocolate+cookies. (*yang terakhir ini lebih karena chocoaholic)

Hasilnya ?
Haduh!!!
Pusing bagi waktu, ga fokus dan hasilnya malah ga optimal.

Sebentar lagi bulan puasa dan lebaran, kudu mulai nyadar….kerjaan apa saja yang mau difokuskan, pendelegasian, dll…….daripada semuanya malah acak-adul.

Uugh!!……(*besok kondangan pake baju apa ya?….isi amplop berapa ya……oh ya kalau ditanya ‘kapan kawin’ jawabnya gimana yaaa……)

Friday, August 17, 2007

Pras, it's 2 years already...

Kemarin si Uli ucluq-ucluq muncul di tempat kerja, katanya mau beli MP4 player.
Manusia ini pernah jadi ttm beberapa tahun yang lalu. Tapi meskipun status itu sudah lama banget aku copot, kadang tanpa wangsit apa2, dia nongol di depan pintu. Padahal setiap kali selalu aku cuek-in dan sengaja pasang tampang sangar.

Kemarin juga aku langsung sok sibuk dan ga nyaman, tapi dia tetep ngajak ngobol, tanya2 kabar, dll. Tanpa pretensi apa2, aku tanya, "Sudah berapa lama sih kita kenal". Dia jawab, "enam tahun"

ehm...ternyata lumayan lama juga ya.

Arianto, teman kuliah dulu pernah bilang gini, "Ada 2 kemungkinan mengapa seseorang bekerja disebuah perusahaan yg sama lebih dari 2 tahun. Kemungkinan pertama, dia super loyal. Kemungkinan kedua dia demikian bodohnya dan ga bisa dipake di persh lain, so dia ga bisa kemana-mana"



Malamnya sebelum tidur (*sendiri lah! mosok sama si Uli lagi) aku menerapkan konsep Arianto dalam relationship selama ini dengan teman, kenalan, konsumen, rekan kerja, bawahan, karyawan, dll

Banyak yang lebih dari 2 tahun :
Ada Rinda, Ika, Sujar, Rony, Hansri, Lastri, Tohom, dan masih banyak lagi yang masih menjadi teman aku lebih dari 2 tahun. Beberapa lebih dari 20 tahun.
Ada mbak Yani, mas Dwi, mbak Tri, mas Syawal, dll yang sudah lama sekali setia menjadi pelanggan.
Ada Pak Jun, Pak Yudi, Pak Kris, Pak Anthony, Pak Ardan, Pak Hartoni, Cik Ida dll yang sudah lebih dari 8 tahun jadi relasi bisnis.
Ada mbak Tutik, Sugeng dan beberapa lagi yang sudah sabar dan telaten menjadi karyawan lebih dari 7 tahun. Ohya ingat mas Ony yang sampai akhir hayatnya.

Tapi banyak juga yang jadi teman, rekan bisnis, karyawan yang baik, akrab dan dekat, namun belum sampai 2 tahun mereka (harus) pergi.
Aku ga pernah yakin, apakah mereka pergi sebelum 2 tahun karena mereka tidak loyal atau terlalu pintar untuk tetap ada di dalam kehidupan aku.

Sama, aku juga ga pernah yakin apakah mereka yang telah lebih dari 2 tahun berada di dalam kehidupan aku, karena loyal atau sedemikian bodohnya sehingga sabar dan pasrah saja.

Aku sadar banget kok, "I'm not an easy person" (*apa ya terjemahannya). Tapi itu pasti juga bukan alasan utama. Ada banyak hal lain untuk memutuskan, stay or leave.

However, loyal atau tidak loyal, bodoh atau pintar, aku hargai banget mereka yang bisa bertahan lebih dari 2 tahun. Karena mereka yang menjadi konstruksi utama kehidupan. Ketika terjadi kegetiran, mereka membuat aku ingat, aku gak sendirian. even aku ga pernah peduli : I'm not alone.

Thursday, August 09, 2007

Wednesday, August 08, 2007

ricebox miyako

Tanggal 7 kemarin, produsen home appliances “Miyako” mengadakan launching ricebox dan beberapa produk baru lain di Semarang.
Untuk dealer luar kota disediakan penginapan di hotel Graha Santika.
Cukup bangga bisa ke semarang, karena cuma dealer utama yg mendapat undangan.
Untuk acara ini diminta untuk mengajak satu staff penjualan untuk briefing teknis, jadi aku ajak mas Suyar.
Acara diadakan di Rinjani View, sebuah club didaerah Candi Semarang yang viewnya keren.

Salah satu acaranya adalah lomba perakitan ricebox. Sebenarnya mas Suyar menang, tapi akhirnya didiskualifikasi karena salah pasang 1 sekrup!! Huh!
Untungnya ricebox itu tetap boleh dibawa pulang. lumayan!
Malah aku dikasih satu unit extra oleh brand manager-nya.

Salah satu peserta lomba, seorang wanita berumur 50-an. Merakitnya nak-nik-nuk…akhirnya jadi yg terakhir selesai. Tapi aku sungguh seneng liat semangatnya. Pantang menyerah, meski sejak awal udah tahu ga bakal seimbang dengan peserta lain yg lebih muda dan kuat.

Acara selesai hampir jam 10. Sampai dihotel jam 10 lebih.
Sempat kepikir ke warnet trus chatting pake nick ‘semarang-dihotel’…tapi ga mungkin banget secara kudu share kamar dengan mas Suyar. Hehehe….

Tadi pagi dari hotel langsung ke toko buku [ai] catch-up banyak hal, dari soal kontrak iklan radio yg sdh habis, pesanan2 buku, display baru, dll. Jam 12 siang pake bisa Joglo Semar balik ke Solo.

Perjalanan ke Semarang kali ini lumayan bisa jadi refershment. Tapi sampai Solo stress lagi, sebab untuk giro jatuh tempo besok pagi masih kurang banyak. Banyak banget!!. Aku langsung kasak-kusuk toko2 lain, kas2 yg masih ada duit...masih kurang banyak!!!.

Akhirnya sampai 5 menit jelang toko tutup, aku check masih kurang 3 juta lebih. Udah mau ancang2 cari pinjeman sama adik atau ibu.....Tapi trus banyak orang masuk toko dan mudah saja beli ini-itu.

Akhirnya toko tutup molor 2,5 jam. Jam 10.30 pm baru tutup. Tapi ada tambahan pemasukan hampir 9 juta!!! Gosh!!! rasanya seneeeeeeng banget! lega banget!!

Terima kasih TUHAN! Engkau memang sungguh baik!

Monday, August 06, 2007

Tuesday, July 31, 2007

yups, I'm a little worry.

Sekali lagi intuisi aku menunjukkan kesaktiannya.
Tapi kok kali ini pake urusan polisi. Pidana lagi!!
Tapi aku santai saja kok, meski besok siang kudu ke poltabes.
Semoga saja polisinya ga cari-cari masalah.

Malam ini malah gundah membaca Harry Potter : The Deathly Hallows.
Bagaimana tidak, dari total 600-an halaman, baru baca 60-an saja sudah 3 karakter mati.
Padahal pertarungan Harry Potter dan Voldermort makin ganas dan mematikan.
Aku menikmati sekali baca buku ini, secara ini jadi jilid terakhir.
Pasti malam ini juga ga bisa tidur enak.
Balik soal urusan polisi...
hm...kayak apa ya kalau trus jadi masalah besar...
wah pasti bakal dikejar2 wartawan. Berarti aku kudu membiasakan diri ngomong, "no comment!!"...(*dessyratnasari mode on)
apalagi kalau sampai ditayangkan di program INSERT di TransTV. dhuer!!

Monday, July 23, 2007

Express Way

Tadi siang ke Bank BCA sudah nyaris tutup, tapi antriannya masih kayak antrian beras. Mungkin ini efek trobel-nasional di BCA hari jumat lalu. Aku langsung ambil slip setoran dan berdiri antri.

Sebenarnya waktu sedang mengambil + mengisi slip setoran, masuk satu orang lagi. Dia menjadi nasabah terakhir hari ini, karena kemudian pintu masuk ditutup satpam.

Alih2 langsung antri, dia malah duduk dengan santai.
Padahal sebenarnya orang itu bisa saja mendahului aku untuk antri.
Awalnya ga mikir apa2, tapi kemudian aku sadar meski dia ‘mengalah’ antri tapi sebenarnya dia ‘menang’.
Memang dia melepas kesempatan utk lebih cepat menyelesaikan urusannya, tapi dia memperoleh keuntungan yakni ga usah cape2 berdiri antri; tinggal berdiri ketika gilirannya tiba.
Sementara aku kudu berdiri ½ jam lebih di belakang sebaris orang2 yang bawa duit bergepok2.

Selama antri jadi mikir, dalam kehidupan sehari2 hal seperti ini selalu terjadi. Sok pengen cepet, bersusahpayah untuk maju paling depan, dst-nya, padahal mungkin itu tidak sesuai dengan hasil yang ingin diraih.
Akhir2 ini memang rada kalap menghadapi pekerjaan yang ga ada habisnya. Akibatnya jadi kurang tidur + ga cukup makan. Dan itu bikin aku gampang ‘berisik’ dan dikatain ‘cungkring’

Ndilalah barusan nemu artikel yang nyambung : Six Productivity Tips to Put Time on Your Side by Penelope Trunk

(bodohnya lagi, sambil merenungi hal di atas, aku masih tetap berdiri antri, ga malah duduk saja kayak orang itu )

HUH! Sepele sih! Tapi aku jadi merasa konyol dan sedih : hari ini ga tambah pinter :p

Saturday, July 21, 2007

end of a path

Beberapa hari ini pekerja2 pabrik PT NASA yang memproduksi sepatu Nike sedang geger dan sibuk demo, karena Nike bermaksud pindah ke perusahaan lain.
Para pekerja itu ada yg sudah bekerja belasan tahun dan kuatir dengan kehidupan mereka apabila Nike benar2 hengkang.

Pasti para pekerja itu lupa bahwa mereka masih di dunia. Padahal hidup di dunia ini ga ada yang abadi. Segala sesuatu ada akhirnya.

Setiap pesta pasti berakhir.
Setiap hari pasti punya akhir.
Setiap perjalanan pasti berhenti pada akhirnya.

Meski menyakitkan ketika tiba2 sadar sudah berdiri di titik akhir, kepala kudu tetap tegak untuk dapat meneruskan kehidupan meski sambil meremas hati.

Pras is at the end of a path

foto diambil dari sini

Monday, July 16, 2007

my first cake

it's a strawberry cake wannabe. haha...ha...ha...

Saturday, July 14, 2007

Yang minum...yang minuuum

Waktu masih kecil, aku ingat mama mengisi 2 kendi air yang diletakkan di depan ruko tempat kami tinggal.
Kalau ga salah itu sekitar akhir th 60 – awal th 70-an.

Ruko kami terletak dipersimpangan pusat pertokoan di Solo sehingga banyak sekali orang yang berlalu lalang.

Kala itu, even untuk beli sebuah senter atau lampu petromaks, penduduk Wonogiri (40 km selatan kota Solo) masih kudu ke kota Solo.
Dan masih jamak untuk menyediakan kendi berisi air minum di tempat umum, dan orang2 bebas dan merasa aman untuk minum air kendi itu.

Beberapa tahun kemudian kami pindah ke daerah lain, namun menyediakan kendi minum masih dilakukan. Aku juga masih ingat mama selalu mengingatkan para pembantu untuk memeriksa dan mengisi 2 kendi besar yang diletakkan di sebuah bangku depan rumah.

Saat ini ?
Kayaknya ga bakal ada yang mau repot2 menyediakan air minum di depan rumahnya. Ini mungkin merefleksikan egoisme + individualisme manusia yang semakin tinggi.

Namun, seandainya ada pun, kayaknya ga bakal ada yg sudi minum; “siapa berani menjamin kelayakan airnya untuk diminum”

Padahal kalau dipikir manusianya juga masih sama : masih bisa haus dan butuh air minum.
(Manusia juga makin komersial: kalau air minum bisa dijual..kenapa tidak?)

Banyak tempat umum di luar negeri disediakan drinking fountain, bentuknya sekilas seperti wastafel dengan kran yang dapat mengeluarkan air layak minum.

Kalau di Indonesia mungkin belum dapat diterapkan, ga lebih dari 2 bulan pasti sudah rusak dikerjain orang iseng atau bakal ada warung es teh buka disebelahnya. Dan be sure orang kudu beli.

Siapapun pasti juga pernah mengalami haus banget dalam perjalanan dan ga bisa minum : ga ada yg jual minuman atau ga uang untuk beli air.

Mangkanya kalau aku melihat polisi yang kadang datang mengatur lalin depan toko atau siapapun yang kayaknya butuh air, aku selalu minta teman2 untuk menawarkan minum. Even cuma aqua gelas.
Tapi itu lebih cocok dengan sosiologi manusia perkotaan saat ini, dibanding nyediaan kendi air minum. Salah2 malah di masukin yg aneh2 atau malah dipecahin. THAR!


Ehm, hari ini rasanya aku sedikiiit tambah pinter.

Thursday, July 12, 2007

What Do People Envy About Me? - Blogthings

I LOVE THIS!!!

People Envy Your Ingenuity

You're a person with unique ideas, big plans, and a zany outlook on life. Many people look to you for inspiration.
People envy your creativity and "who cares?" attitude. They feel very ordinary next to you - and they usually are!

Wednesday, July 04, 2007

BBB = Bukan Boss Biasa

Beberapa minggu yang lalu, aku menghubungi seorang tukang besi untuk membuat dan memasang tangga baja untuk lt. mezzanin di toko buku [ai].
Sejak awal pemesanan, aku sudah wanti2 ke tukang besi beberapa hal penting, misal : arah putar tangga, ukuran dan step anak tangga, posisi tangga, warna cat dan jadwal pemasangan.

aku menegaskan hal tersebut 3 kali dalam kesempatan yang berbeda.

Tukang tangga yang datang sama istrinya menjawab, “iya, pasti kami perhatikan!”

Tapi pas tadi siang nge-check pemasangan, aku langsung ngamuk.
MURKA tepatnya!
Karena tangga tidak dipasang sesuai keinginan si pemesan (which is me! yang sudah pesan2 dan sudah wanti2! Bayar pake duit beneran! Duitnya bukan hasil ngrampok! Udah sabar nunggu perakitan dan sabar melihat kejorokan tukang2! )

Bagi orang lain mungkin tangga kayak gitu sudah OK banget. Sugeng atau Mas Wanto pasti akan ngomong, “Tangga sudah dipasang bagus sekali pak!”

Integritas profesional seseorang bukan sesuatu yang ciblok dari kahyangan. Seorang dokter jantung kudu menempuh pendidikan S1, menjalani magang, praktek, kuliah spesialis, diuji, dsbnya untuk berhak disebut ‘dokter jantung’ Demikian pula seorang pengacara, akuntan, ahli penjinak bom, arsitek, even tukang sol sepatu.

Considering that, integritas profesional seseorang tidak akan mudah dinafikan, karena pasti sudah membentuk struktur utama cara berpikir dan standar penilaian.
Seorang penjinak bom yang sudah pensiun pun pasti tetap memiliki kepekaan identifikasi bom, diingini maupun tidak. Seorang dokter spesiali operasi, walau ganti profesi jadi tukang kebon pun pasti selalu memiliki standar sanitasi yang lebih tinggi.

So am I !!

Meski sekarang jadi ‘boss’ di bidang lain, aku bukan boss biasa.
I am not an architect, but I was the damn good & qualified one!!!


Should Simon Cowel say Suciati a good singer, just because Sugeng say so ?


DAMN!!!!

Thursday, June 28, 2007

Ciaaaaa...tt!!!

Ujug-ujug pengen baca buku2 cer-sil karya Kho Ping Hoo (KPH) lagi.

Gara-garanya 2 malam yang lalu beli dvd Curse of The Golden Flower. Sebuah film karya Zhang Yimou.
Plot ceritanya sederhana, agak mirip Othelo nya Shakespeare. Tapi sinematografinya KEREN BANGET!!!
Film ini menunjukkan kekayaan dan kemegahan budaya serta kekompleksan sistem kerajaan China.
Salah satunya terlihat ketika terjadi perang kolosal ala “Lord Of The Ring” yang dimenangkan sang kaisar. Segera saja tumpukan mayat dibersihkan, bunga2 chrysantemum digelar lagi…dan festival dilanjutkan! Seolah tidak terjadi sesuatu peristiwa penting.

Wardrobe para pemain rada terlalu komtemporer, namun masih mencerminkan ke flamboyanan dinasty Tang. Dinasti ini memang dikenal sangat artistik dan menjunjung keindahan. (termasuk payudara yang ndlewer disepanjang film)
Diantara para pemeran, cuma akting Gong Li yang keren, lainnya (termasuk Chow Yun Fat) biasa2 saja, apalagi Jay Chou yang jadi pangeran Jai…huh!


Trus kemarin malam beli dvd lagi (bajakan for sure) : House of Flying Daggers.
Karya sutradara yang sama.
Pada awalnya cerita berkisar masalah politik di masa2 akhir dinasti Tang (again!), namun trus semakin kental kearah kisah roman segitiga. Another love-tragedy story.
Settingnya kalah jauh dibanding Curse of The Golden Flower, namun tragedinya lebih dramatis.

Film terakhir inilah yang mengilik keinginan baca cersil lagi.

Jaman ‘doyan’ cersil terjadi pas masih SMP hingga kelas 1 SMA di Yogya.
Setiap sore ke persewaan buku di batas kota – Jl Solo di Yogya. (sekarang sudah ga ada)
Ga sampai maniak sih (i.e. lupa makan/mandi) tapi lumayan ngabisin waktu.

Instead of Kho Ping Hoo (KPH) sebenarnya lebih suka Gan KL; ceritanya lebih straigh-forward. Gak terlalu banyak diselingi petuah2 kayak di cersil KPH.
Secara ga terlalu maniak (it is a loooonnnng time ago also), jadi aku sudah lupa judul2 utama dan cerita2nya.
Dulu waktu bacapun, aku ga pernah ngapalin nama2 orang dan jurus yang panjang2 banget pake bahasa china hokian.
Beberapa istilah yang diingat : kiam (pedang), kaypang (perguruan kungfu yang anggotanya pengemis), piaw, kati, kang aw, lo cianpwe…apalagi ya..
oh ya juga Bukek Siansu dan Jay Hoa Coat.

Bukek Siansu = nama tokoh utama. Kalau Jay Hoa Coat artinya : “penjahat pemetik bunga” alias penjahat yang juga suka memperkosa korbannya yg perempuan.

Hehe…ga tahu kenapa paling nyantel jay hoa coat . Mungkin karena terdengar ‘lucu’. Yang pasti bukan karena mengidolakan jay hoa coat.

Begitu ada waktu luang, pengen cari persewaan buku cersil.
Zhang Yimou, sutradara 2 film diatas masih punya karya lain yg pengen aku tonton malam ini : Hero.

Monday, June 18, 2007

kental dan berbusa

Sebenarnya paling ga suka makan bubur.
Menurut aku, yang disebut ‘makanan’ musti kudu bisa dikunyah, sementara kalau bubur rasanya gimanaaaaa gitu. Hyyyyek!

Tapi beberapa hari ini setelah tragedi operasi geraham, terpaksa nyerah: makan bubur.
Sehari 3 kali Mama mengirim bubur ayam dalam tupperware.
Enak sih…lagipula lapar :p

2 hari pertama aku lupa balikin wadah tuperware, so aku cuci saja ke kamar mandi di tempat kerja.
Masalahnya : Ga ada sabun cuci atau sabun colek.

Satu2nya barang yang mirip sabun cuci adalah shampoo “lifeboy”
Aku pikir ‘ga apa2 lah, toh mirip sabun cuci : kental dan berbusa’



Ternyata !!!
Sehabis dicuci ga tuperware ga bisa kesat : bunyi : ‘..nyiiittt!!” (kayak iklan di teve itu loh)
Dan baunya!!!! alamak! Bau bubur ayam + shampoo lifeboy : HUEKKK!!
Sumpah!! ga karuan!

Pesan moral :
tidak semua yang kental dan berbusa bisa untuk mencuci
Hyekkkkk!

so, don't try this at home!!!


gambar di pinjam dari sini

Sunday, June 17, 2007

pake tangan kanan atau kiri ?

(sebuah simpati bagi mereka yang teraniaya karena ‘agama’)



Pertama kali baca judul kasus Lina Joy, aku pikir ini adalah kasus “Joy” Tobing : pemenang indonesian idol pertama yg ribut dengan institusi penyelenggara I.Idol.

Ternyata Kasus Lina Joy adalah kasus pindah agama yang memancing polemik heboh di Malaysia dan bahkan negara lain. Even ‘Lina Joy’ sempat menjadi keyword favorit di www.yahoo.com

Ringkasnya: si Lina Joy ini pindah agama dan ingin mengubah status agama di KTPnya.
Tidak cukup pindah tempat ibadah + bikin KTP baru. Di Malaysia itu berarti kudu melalui pengadilan.
Setelah menempuh beberapa tingkat persidangan, polemik di media massa dan akhirnya votting; pengadilan negara akhirnya memutuskan : Lina Joy boleh pindah agama, tapi KTP tetap tercantum agama yang lama.
Di Malaysia (dan mungkin beberapa negara lain) agama seorang sudah ditentukan oleh Negara.

Menyedihkan sekali kalau agama dimanfaatkan sebagai ‘pakaian seragam’ yang kudu dikenakan untuk melegitimasi Kemanusiaan seseorang.

Ditengah-tengah komunitas yang secara formal memiliki kapasitas intelektual, sosio-budaya, dan perangkat pikir yang (seharusnya) bijak, memang masih saja ditemukan paradigma diskriminastif laten yang menggelikan dan sooooo naif.

Yang mengkatagorikan sesuatu dalam pola :

Kalau tidak benar, pasti salah,
Kalau tidak hitam, pasti putih
Kalau tidak laki, pasti perempuan,
Kalau tidak kotor, pasti bersih

Padahal confirmed! kebenaran absolut hanya Tuhan
Padahal confirmed! Sudah ditemukan TV berwarna.
Padahal confirmed! banci saja jenisnya banyak: Taman Lawang, Tessi, Aming, tetangga sebelah
Padahal confirmed! siapa yang berani menjamin bor dr gigi kemarin sudah steril..

Masih saja ada yang menilai agama lain selain agamanya, niscaya suatu kesesatan.

Di Jawa, jauh lebih gampang mendirikan diskotik daripada bangun gereja. Sebaliknya di Menado, jauh lebih gampang mendirikan tempat bilyar remang2 daripada bangun mushola.
Dinegara-negara tertentu pindah agama artinya minta suaka ke negara lain.
Ada teman gampang banget diajak dugem, tapi lebih suka kebelet berat daripada numpang kencing di gereja sebelah.

Mustinya Iman (agama) adalah hubungan paling pribadi antara Tuhan dan seorang manusia.
Mustinya ‘cinta’ antara Tuhan dan seseorang manusia jauh lebih dalam dan tinggi dibanding cinta Juliet & Romeo, kesetiaan Sinta kepada Rama, apalagi janji2 romansa gombal artis2 infotainment.

Mustinya agama seseorang hanya menjadi urusan orang itu sendiri, seperti apakah dia cebok pakai tangan kanan atau kiri.
Sama sekali bukan urusan orang lain.
Mustinya Kemanusiaan seseorang tidak dinilai karena dia Budha, Islam, Kejawen, Kristen, Hindu, Agnosis, Klenik, Atheis, bahkan anti-Kris sekalipun.
Mustinya Tuhan yang memiliki kepantasan menilai Kemanusiaan seseorang; bukan ayah, presiden, negara, rohaniawan, apalagi sekumpulan massa yang digerakkan kepentingan politis.

Mencantumkan preferensi agama seseorang juga sama ga pentingnya mencantumkan preferensi di KTP : cebok pakai tangan kiri atau kanan.
Ga penting!!!

Siti Nurbaya adalah cerita masa lalu
Mustinya kebodohan-kebodohan berke-Tuhan-an juga menjadi cerita masa lalu.

Sigh!!

Friday, June 15, 2007

Pras ke dokter gigi

Jumat yang lalu terpaksa ke dokter gigi.

Dokter bilang 2 gigi harus di cabut : geraham bungsu yang tumbuh sungsang + tetangganya yg udah pecah terdesak si bungsu.
2 gigi ini saling mengait, sehingga ga bisa dicabut biasa, kudu dioperasi.
Secara udah seminggu ini minum bodrex terus untuk menghilangkan rasa sakit, aku nyerah janjiin hari selasa berikutnya untuk eksekusinya.

Selasa siang sempat telpon bagian pendaftaran:

suster, saya Pras nanti malam dijadwalkan jam 9 untuk operasi geraham. Biayanya berapa?

biasanya sih seratus ribu satu gigi

(kok murah banget…9 tahun yg lalu saja cabut gigi di RS Pondok Indah Jkt 150 rb-an…..jangan2 ga pake obat bius, trus nyabutnya pake kunci inggris…wakzz!!)
..Ehm… ini nanti operasi loh sus! Biayanya sama ya ?

kalau operasi 700 ribu per gigi pak.

Oh gitu..

20 menit kemudian, si suster telpun lagi

Pak Pras, ternyata untuk operasi gigi bapak, biayanya 1,5 juta per gigi, jadi kalau 2 gigi 3 juta!!

NYUUUUTTT!! Kok larang bangeeeet !!

Jam 9 dheng aku sampai ke tempat dokter gigi dan langsung di suruh masuk dan duduk di kursi jahanam (kursi praktek dr. gigi yang persis mesin pembunuh abad 12)
Langsung dipasangin celemek di dada dan disuruh menunggu.
Sementara aku semakin tegang + senewen, si dokter asyik ngerjain pasien lain, si suster mondar-mandir menumpuk berbagai macam tang, catut, jarum suntik, alat congkel, dll di meja depan aku.
Aku sampai kebelet tanya sama dokter : ini mo operasi geraham atau mutilasi ????


Sesudah ½ jam diteror dengan kengerian tak terperikan, dokter siap2 menjalankan tugasnya.

Dokter bilang : Tenang saja, ga usah tegang, ga sakit kok…..

Ga tahunya suntikan pertama saja udah bikin aku menggelinjang (oops!)

Sakiiit!!!!

Jadi ngeri dengan suntikan kedua, karena dokter bilang kudu disuntik 2 kali, yang pertama ga sakit, yang kedua ‘clekit’ sedikit.


WHAAA!!!!!!

Setelah meminta waktu 1 menit untuk menenangkan diri, aku pasrah buka mulut untuk suntikan kedua.
Ternyata malah ga terlalu terasa, mungkin disebabkan suntikan anestesi pertama sudah beraksi.

Selanjutnya, pokok-e aku merem waeeeee! Pasrah terserah mo dimutilasi jadi berapa potong….
Sakit sih ga, tapi ngerinya itu!!! Meskipun sudah dianestesi, tapi khan terasa dokter masukin tang, catut, gerinda, pahat, (kayaknya gergaji juga dimasukin!)…nyaris cuma stoomwals yang gak dimasukin mulut.
Juga rasa + bau anyir darah yang sempat muncrat sampai dagu.

Dokternya (perempuan) ternyata hebat, kuat banget nyabutnya. Ga terasa tahu2 udah selesai, tinggal ngerasaain dokter masukin benang dan sibuk njahit luka.
untung aku udah pesen ga usah pake bordiran. Hehehe…
(jadi inget tukang bordir langganan yang kemayu banget)

Ternyata biayanya 1,5 juta udah untuk 2 gigi.
Lumayan bisa hemat.

Sampai rumah, pipi langsung aku kompres pakai es batu dan minum obat yang dikasih dokter : Analsik. Obat ini untuk menghilangkan rasa sakit dan mengandung valium.
Langsung tertidur sampai rabu siang.

Dokternya pinter euy! Paska operasi aku ga kesakitan, ga bengkak, dan rasanya oke2 saja sampai sekarang.
Jadi malu kemarin bisa sampai paranoid gitu.

Sekarang tinggal mikir gigi palsunya…
Kata dokter, inplant gigi butuh 5-10 juta

Dueng!
gambar diambil dari sini

Wednesday, May 23, 2007

Sanctuary



7 tahun yang lalu ketika balik rumah, cuma ada Ma di Solo .
Waktu itu Pa di Semarang, adik2 nyebar di Yogya, Jakarta dan Australia.

Aku dan Ma tinggal di sebuah rumah ber kamar 3.
Rumah selalu dalam keadaan rapi, bersih dan tenang, secara kami cuma berdua ga sembarangan juga ada mbak Yati yang bantuin Ma benah2.
Tiap malam pulang dari kebisingan hidup, di rumah rasanya seperti menemukan nirwana. Cuma aku dan Ma yang biasanya sudah di kamar nonton teve.
Kadang2 Ma keluar kamar hanya untuk bilang, “Sudah pulang ya! Tadi mama potongin buah di kulkas. Dimakan loh”

Bener2 my sanctuary.


Kemudian…..

Kira2 setahun yang lalu, Paolien : isteri Iwan sesudah menikah tinggal bersama kami. Karena di Yogya mereka cuma berdua, sementara Paolien mulai mengandung dan Iwan kerja dari pagi sampai malam. So, lebih save kalau Paolien tinggal bersama kami.
Enam bulan kemudian Iwan menyusul pindah ke Solo.

Ga lama kemudian, tante Ie-ie yang selama ini di Bandung juga pindah Solo dan tinggal bersama kami.

3 bulan yang lalu Paolien melahirkan : Mika si Putri Cantik (menurut aku :oom nya yang juga ganteng)

Satu kamar untuk Ma
Satu kamar untuk Iwan, Paolien dan Mika si Putri Cantik
Satu kamar untuk tante Ie-ie

No room left untuk si oom ganteng :(
I’m start loosing my home, my sanctuary.

Semua barang pribadi aku dimasukin dos. Cuma ada satu keranjang dekat teve isinya sprei, bantal dan selimut untuk tidur malam depan teve.

2 bulan yang lalu Pa mulai pensiun. 2 minggu yang lalu balik Solo.

Hilang sudah rumah yang selalu bersih, rapi dan tenang.
Sekarang rumah selalu agak berantakan, penuh barang dan berisik.

Ga mungkin aku tidur depan teve terus.

I’m the one who should move out. Meski mama ga setuju.
Sudah 2 minggu ini aku tidur di gudang di toko. Ditengah dos2 teve kulkas dan kipas angin. Ga ada kamar mandi, ga ada air,
Yang paling bikin ga tahan : digigitin nyamuk sampai bentol2 ga karuan.
Kebalikan dari rumah yang aku huni beberapa tahun yang lalu.
Tadi bangun pagi malah nemuin tikus mati…satu langkah dari tempat tidur!!!

So depressing !!

Recently, aku berusaha beresin gudang supaya makin layak dipakai: to be my next sanctuary.
Selain itu aku yakin Iwan pasti akan melakukan hal yang sama, seandainya kondisinya dibalik.

Anyhow, kehidupan selalu berubah dan kondisi yang ada masih jauh-jauh lebih baik daripada pengungsi Lapindo Brantas atau bencana lain.

Trus ga ada yang tahu kalau pacarku dari yogya nginep… hehe…OOPS!!

Friday, May 04, 2007

Nabung Pangkal Melarat

Dalam perjalanan ke Wonogiri tadi sore , aku nanya ke Sugeng, "Geng, tiap bulan kamu bisa nabung ga ?"

Semalam, diantara lamunan-2 ga jelas sebelum tidur, aku mikir tentang kesejahteraan rekan2 yang selama ini bekerja di tempat usaha yg aku kelola. Aku mikir, 'bisa gak ya dengan kondisi2 yang ada, selain memenuhi kebutuhan pokok mereka menabung untuk supaya bisa memiliki rumah, jalan2 ke Bangkok, beli kucing persia...'

Jawaban Sugeng membuat aku tercenung : "bisa sih, tapi sementara ini saya jadiin modal untuk buka kios teh botol + rokok di depan Singosaren Plaza. Udah jalan 5 bulan dan hasilnya lumayan banget"
Aku langsung berpikir tentang kondisi ekonomi bangsa ini yg makin parah: meski indikator makro-nya bagus, tapi kemampuan ekonomi rakyat semakin ngesot, kemiskinan seperti wabah pes di tahun 1800 : menyergap dan mematikan.

Ini disebabkan tingkat investasi riil yang sangat rendah. Orang lebih suka menyimpan duitnya di bank, beli saham atau aset tidak bergerak. Akibatnya duitnya ga muter (pinjam istilah tauke Tanah Abang)

Bikin pabrik, mengembangkan industri dan manufaktur cuma jadi teori yang dibahas di kelas2 diskusi program MBA, serta pepesan kosong pemerintah.

Ah, seandainya saja pemerintah + aparat negara bisa sepintar Sugeng yang cuma tamatan SD: bikin kondisi yang mendukung investasi riil, tidak cuma mikirin jabatan dan ember di kamar mandi ( ya untuk nyimpen duit lah!)......


Aku juga mendapat pencerahan: ...kalau Sugeng lebih pintar dari pemerintah...secara aku lebih cerdas dari Sugeng, berarti tentu saja aku jauh lebih hebat dari pemerintah.....ehmmmm... mungkin ini waktunya untuk mencalonkan diri jadi Presiden tahun 2009 nanti.....


Mr. President wanna-be
(sudah cukup cerdas untuk bikin entry kayak gini)

PS : Ti, siap2 jadi pendamping kepala negara!


gambar diambil dari sini

Sunday, April 29, 2007

Visit Kuala Lumpur 2007

Perjalanan ke KL tahun lalu yang bertujuan medical treatment Mama sangat menegangkan dan menguras emosi, meskipun akhirnya kami bisa melihat kasih karunia Tuhan : operasi by pass jantung mama berjalan baik dan lancar.
Perjalanan ke KL kali ini untuk follow-up kondisi kesehatan mama jauh lebih santai.
Yang pergi kali ini : mama, aku, Wik dan Tio. Bagi Tio ini perjalanan keluar negeri pertamanya.
Kami berangkat dari Solo 18 April 2007 dengan Airasia. Penerbangan dengan Airasia ternyata nyaman dan seronok. Take off dan landing-nya mantab banget. Pramugarinya ayu2 meski terlalu menor.
Kami mendarat di LCCT, bagian Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang diperuntukkan bagi low cost airlines. Rada kayak gudang, tapi efisien dan tertib. Ga ada travelator, sebagai gantinya ada lorong2 semi covered untuk melindungi dari panas/hujan.

Hari pertama di KL : Kami menginap di PNB Darby Park : suite bintang 5 yang udah dianggap rumah sendiri. Ahak!
Setelah beresin koper, kami nyebrang ke Ampang Park dan Ampang Mall : mall-2 tua di KL. Sesudah itu istirahat untuk mama besok pagi medical check. Tapi malamnya aku dan Tio sempat ke Petronas dan ke jalan P. Ramlee : nightlife street yang penuh dengan resto, club, café and dugemers for sure.



Hari ke 2, udah janjian medical check mama di HSC Medical Center untuk memantau hasil operasi by pass jantung mama tahun lalu. Hasilnya relatif baik, meski dari 3 pembuluh darah yang di bypass, ada satu yang tersumbat lagi. Dokter bilang it’s okay selama mama tetap diet dan terus olah raga. Terus terang ini bikin perasaan gak enak. Tapi aku berusaha percaya kalau Tuhan tidak pernah tinggal diam.
Dr Soo, dokter jantung Mama, minta kami balik lagi bulan Oktober yad.
Sorenya kami jalan ke Petronas Science, naik ke Skybridge Petronas Tower dan browsing buku di Kinokuniya di Suria KLCC.

Hari ke 3, naik kereta ke chinatown : seharian borong souvenir dan buku. Sebagian untuk dijual di tokobuku [ai], sebagian lagi untuk oleh2. Kalau urusan ‘kulakan’ Mama memang selalu paling semangat. Sambil jalan, kami beli walnut (dinamai ‘sarangan’) yang disangrai pakai arang (legit banget!!), kue moci aneka rasa dan mangga yang cuma segede duku (asemnya!!)
Sempat nongkrong di McDonald’s nunggu hujan reda. Secara Wik kena flu, dan tentengan hasil shopping banyak banget, kami balik ke apartemen naik taksi yang sopirnya kakek chinese yang sangarnya minta ampun.
Sebenarnya naik taksi di KL murah, tapi aku kok tetep lebih suka naik kereta atau monorail. Bisa ngeliat + diliat. Dueng!!

Hari ke 4, naik kereta LRT Putra ke stasiun Kelana Jaya disambung bis gratis yang disediakan oleh IKANO Power Center : Shopping Center di daerah Damansara, suburb di sisi barat KL. Disana muter2 di IKEA, dan beli oleh2 untuk keponakan2 : Moses, Lia, Johan dan Mika.
Wik ngajak makan tepanyaki di resto Jepang. Senang liat atraksi si koki masak.
Kota Damansara bersih dan sangat teratur. Sama seperti di KL, semua orang sadar antri dan tertib. Beda dengan Indonesia. (hehe rumput tetangga selalu nampak lebih hijau :p)


Hari ke 5, tadinya pengen ke Putrajaya, tapi akhirnya malah naik Monorail ke Bukit Bintang : Orchard Road nya KL. Isinya mall + plaza melulu. Boseeeeen liat mall, kami naik bis Hop on Hop off : bis wisata doubledecker yang muter2 KL melewati major attraction. Mahal man! RM 35 (approx Rp 92.500). Memang bisa naik turun semaunya tanpa kudu bayar lagi. Tapi kalau mudeng jalan mendingan naik KL Rapid : bis kota ber AC, bayarnya cuma RM 2 (approx Rp 5.200) bisa ngider KL sampai mabok, naik turun semaunya ga usah bayar lagi.
Pas lewat Lake Gardens Wik ngajak turun. Disini ada taman anggrek, taman hibiscus, taman kupu2, taman burung dan taman rusa.
Naik bis Hop on Hop off lagi, di daerah Titiwangsa Lake Garden, kami lewat Eye on Malaysia komidi putar yang lagi happening di Malaysia.
Wik dan Tio sebenarnya pengen, tapi aku dan mama males turun. Mending ntar di pasar malam kecamatan saja. Ahak!
Jam 5 sore sudah balik apartemen, mau beres2 barang. Trus Mama bilang mau menikmati apartemen : udah bayar mahal kok cuma dipake tidur malam hari.
Malamnya aku dan Tio sempat ke jl Sultan, motret2 bangunan kolonial. Keren banget!




Hari ke 6. Hari ini balik ke Solo. Penerbangan Airasia jam 0655. Jam 3.30 pagi kami sudah check-out, trus naik limo yang sudah diorder kemarin ke LCCT. Butuh waktu 1 jam lebih sampai LCCT, padahal masih dini hari.

Saking banyaknya barang, waktu check-in kena excess bagage, kudu bayar RM 196 (approx Rp 518.500). Kalau ingat ini, sampai sekarang Mama dan Tio masih suka ngomel. Cape degh!
Selama penerbangan semua tidur. Hehe ngantuk banget.
Sampai Solo jam 0820 pagi. Nice flight indeed. Can’t wait fly with Airasia again.

Lumayan cape, tapi ini one of memorable trips bareng mama, Wik dan Tio.


Duh kapan lagi ya…
What ? ke Belanda ? plis deh!!