Pages

Monday, January 12, 2009

Kacang Lupa Kulit, Aku Lupa Beca…

Hampir setiap hari aku jalan kaki ke BCA untuk setor uang penjualan. Ga jauh kok paling 300 meter. Suatu saat karena duitnya banyak banget, aku naik beca. Setelah selesai setor dan mempererat tali silaturahmi dengan mbak2 teller BCA, aku pulang dengan hati gembira. Hihi…

3 jam kemudian aku balik ke BCA, mau setor lagi. Kali ini jalan kaki.
Sampai depan BCA aku jenggirat kaget!!!....
Becak yang aku naikin 3 jam yang lalu masih disitu!
Bapak becanya juga santai2 cuek, pasti ga sadar aku sudah sempat balik kantor, makan, nonton Insert di Trans tv, kerja, chatting….
Alamak!

Dulu ketika menjadi mahasiswa, ada satu dosen yang aku kagumi : Dr. Ir. Ardi Pardiman M. Arch. Beliau saat ini sudah almarhum. Bagi aku beliau sangat berkesan. Beliau banyak memperkenalkan pendekatan filsafat dalam kuliahnya. Rasanya masih terbayang bagaimana dia berbicara, hal2 yang dikatakannya, prinsip2 kuliahnya, tulisannya dipapan yang abstrak ….
Tapi dosen satu ini juga pelupa…
Suatu hari beliau meminjam vespa koleganya dan pergi ke Malioboro. Parkir, jalan2 trus pulang ke kampus kami yang waktu itu masih di ujung Selokan Mataram, naik:…… bis kota.
Sesampai di kampus tanpa merasa berdosa, P’Ardi mengembalikan kunci vespa kepada pemiliknya.

Beberapa saat kemudian si pemilik vespa shock!.... Vespa ga ada di parkiran kampus!
Kucap carito, setelah didesak untuk mengingat-ingat, P’Ardi baru nyadar kalau Vespa ketinggalan di Malioboro.
Maka mereka berdua pergi ke Malioboro naik bis untuk mencari vespa yang entah diparkir sebelah mana….

Masih ada beberapa kejadian ajaib berkaitan watak pelupa P’Ardi. Beberapa teman menyebut beliau eksentrik. Aku lupa apa itu “eksentrik”, mungkin semacam arus “listrik” ?

Beberapa hari yang lalu aku ke Beteng untuk beli kain tenun. Beteng ini merupakan pusat tekstil di Solo, terletak kira2 1 km dari kantor.
Biasanya aku pergi naik bis kota, pulangnya jalan kaki. Kali ini aku beli kain banyak: sampai 60 meter. Oleh si penjual kain di bagi 4 potong dan diwadahi 4 plastik gede. Aku pulang jalan kaki, bawa 4 plastik kain berat banget. Baru jalan 400 meter aja sudah keringatan kayak kuda. Huh aku mikir enak betapa enaknya kalau tadi minta di antar mobil atau naik becak.....

Weitzzz!!! NAIK BECAK ?????

ASTAGA!!! Aku baru ingat tadi tuh ke Beteng sebenarnya dari kantor naik beca karena sudah nyadar bakal bawa kain banyak!...kwakwakwakwa……
Akupun balik kanan ke Beteng lagi.
Iya jalan kaki lagi. Sudah cukup malu lupa sama becak.
Pasti lebih malu lagi kalau ke Beteng naik beca hanya untuk jemput beca.

Hihi… asyem!

3 comments:

Anonymous said...

ck ck ck...
pengaruh usia mungkin?
wakakakakak...

Dr Pr said...

hihihi, umur berapa atuh akang ini, pelupa pisan euy...

but but but (bukan butt), yang begitu itu yg bikin kita ngrasa hidup, isn't it boy?
hehe

ronaldsilitonga said...

Huahahahaha, perlu makan gibolan nih kayaknya mas,hehehe..