Pages

Tuesday, December 01, 2009

AMIN !

Bagi aku berdoa itu perlu dan penting.

Banget!

Tapi misalnya tiap kali pergi makan bareng dengan teman-teman gereja, selalu heboh.

Bagaimana tidak…..
Sebelum makan, methodically mereka melipat tangan, merem dan mengucap syukur bagi makanan yang terhidang, berdoa bagi orang yang sudah menyiapkan makanan itu, berdoa bagi orang yang kekurangan makan, berdoa agar makanan itu bermanfaat bagi kesehatan…dstnya….

Sementara aku langsung hap! Nyam nyam nyam….

Mereka selesai berdoa, aku selesai makan.

Hahaha….

Kalau berdoa sebelum makan dijadikan ukuran, jelas religiusitas dan iman saya masih ndlosor.

Tapi diujung hari, se-ngantuk or se-lelah apapun; ga akan bisa tidur sebelum duduk berdoa; membuka percakapan dengan Tuhan untuk menyerahkan segala keberadaan diri: rasa syukur–kekuatiran; sukacita–kepedihan; kerinduan–rasa geram; juga orang-orang yang paling berharga di kehidupan yang selalu disebut satu persatu: mama dan papa; adik-adik: Ay, Irawan, Wik, Nyo, Linda, Iwan, Paolien; keponakan: Moses, Lia, Johan, Micha; juga seorang tante yang tinggal bersama kami.
Kadang-kadang juga pesan sponsor: teman yang nitip doa, situasi masyarakat, serta tiket AirAsia yang sekarang pake convinience fee! Huhuhu…

Sesaat sebelum tidur adalah saat dimana aku biasanya dalam keadaan tenang dan bisa menyerahkan jiwa dan pikiran hanya untuk bercakap dengan Tuhan; ga mikir lainnya.


Tentu saja ada situasi dimana aku butuh “emergency call”, saat hanya bisa berseru di dalam hati Tuhan, tolong saya!, ketika berada di lembah stress yang luar biasa; atau Tuhan, terima kasih, biarlah ini menjadi Kemuliaan bagiMu! Ketika aku merasa di puncak rasa syukur.

Ada juga saat ketika pengen chatting dengan Tuhan tapi merasa, “mau ngomong apa ya sama Tuhan?”

Kalau sudah demikian, cuma ada doa andalan: doa yang sudah Kristus ajarkan:

Bapa kami yang di Surga
Di Kuduskanlah nama Mu
Datanglah KerajaanMu
Jadilah kehendakMu:
dibumi seperti di surga

Berikanlah kami pada hari ini,
makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
Seperti kami juga mengampuni
orang yang bersalah pada kami.

Janganlah bawa kami dalam pencobaan
Tapi lepaskan kami dari yang jahat
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan,
Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya.

Amin.

2 comments:

Anonymous said...

yup. setuju.
berdoa itu perlu dan penting. kebutuhan buatku..

imgar

Arema said...

Wah salut ma Bapa satu ini. Saya udah lupa kapan terakhir kali saya doa huhuuu... tp kalo natal pasti doa. doanya dirapel hehehe
Btw saya pernah baca di website investment plesetan dari the Lord's Prayer.

The Lloyd's Prayer.

Our chairman who art at Goldman
Blankfein be thy name
Thy rally’s come, God’s work be done
In the Dow as it is in the Nasdaq
Give us this day our daily gain
And forgive us our frontruning, as we punish those who frontrun against us
And bring us not under indictment
But deliver us from regulators
For thine is the cashflow, and the power, and the bonuses, forever and ever. Amen

PS: Lloyd Blankfein tu namanya CEOnya Goldman Sachs, bank investasi gede