Pages

Monday, May 19, 2014

Pengakuan, Hari ke 4, Berdarah

Pengakuan

Setiap kali ikut pameran, beberapa hari sebelumnya pasti kehilangan rasa percaya diri. 
Runtuh. Produk MicaWork cukup bagus gak ya; bisa laku gak ya….
Kehilangan orientasi juga. Doh, aku ikut pameran kayak gini, mau nyari apaaaaa!

Inacraft 2014 kemarin, rasanya mental ngedrop banget. 
Apalagi liat stand di depan MicaWork yang lebih gede, diisi crafter beken dan sering tampil di event-event gede.
Rasanya pengen pulang Solo saja.

Hari pertama, bahkan sejak belum pembukaan resmi; sebenarnya stand MicaWork sudah rame.
Stand selalu penuh orang. Sudah ada media yang meliput dan wawancara.
Hari kedua juga rame banget; diliput + diwawancarai beberapa media lain lagi.

Tapi tetap saja aku senewen dan gak pede.
Pengen balik Solo.

Pas hari ketiga, Begitu lihat Caroline datang, aku langsung mengeluh.

Car, aku stress.

Kenapa Pau?

Aku gak pede dengan produk MicaWork. Apalagi liat stand depan itu. Barangnya bagus-bagus. Penataannya juga artsitik banget. Gak kayak MicaWork yang cuma pakai rak besi mirip toko cat.

Tapi kamu lihat sendiri, stand siapa yang lebih rame?
Stand kamu penuh orang terus, sementara stand mereka kadang biasa saja.
Iya khan? Stand siapa yang lebih rame coba?. Jawab Caroline

Iya sih, tapi aku lebih suka komposisi warna mereka.

Pau, mungkin warnanya lebih kamu sukai; tapi produk mereka itu jenis produk umum. Mereka hanya bermain komposisi warna bahan.
Nah kalau produkmu itu sangat keliatan berbeda. Barang dan desainnya orisinil, berdasarkan kreatifitasmu. Orang lain bisa lihat itu kok.

Beberapa teman sebenarnya sudah mengatakan hal yang sama: stand MicaWork lebih rame, bla, bla..
Tapi kata-kata Caroline yang bisa masuk hati. Terlebih argumennya tentang jenis produk itu yang langsung bikin mata aku terbuka..
Rasa pede dan semangat langsung balik. Hehe.



Besoknya ada juga Riki, lama kenal dari chat di internet tapi belum pernah ketemu (ehm…ehm) haha..

Riki bercerita, dia sampai harus lewat stand MicaWork 4 kali baru akhirnya bisa ngajak aku ngobrol.

Rame banget, kamu sibuk terus! Katanya..

Hahaha… ternyata pengakuan dari seseorang tertentu itu kadang penting ya! :D


Hari ke Empat.

Hari ke empat, dalam perjalanan dari hotel ke pameran, aku ngomong sama mama pengen produk MicaWork bisa tampil di bandara. Khususnya produk-produk traveling: bantal leher, cargo scarf, dll.

Tapi rasanya itu keinginan yang di awang-awang. Kalau mau sewa tempat di bandara, selain sulit pasti juga mahal banget. Belum lagi keruwetan pengelolaannya.

Alternatif lainya: masuk melalui toko-toko yang selama ini sudah ada di bandara-bandara besar: toko buku Periplus, Batik Keris, dll.

Tapi kembali aku berpikir: apa ya mereka mau…. Apa ya produk MicaWork sudah pantas di pajang di dutyshop bandara, dstnya.


Selama pameran, banyak sekali pengunjung yang berminat  menjadi reseller produk MicaWork. Ada yang lokal: kelas sista-sista yang jualan via facebook; tapi juga banyak buyer kelas ikan paus dari luar negeri: Jepang, Malaysia, Singapur, dll.


Sore hari keempat itu, ada serombongan mbak-mbak berpenampilan biasa; yang tanya-tanya bagaimana kalau mereka ingin menjual produk MicaWork di toko mereka.

Awalnya mereka tidak mau menyebut nama toko mereka; namun setelah ngobrol panjang mereka menyebutkan nama perusahaan Batik ‘senjatanya-ken-arok’ (sebut saja begitu).
Perusahaan batik terkenal dari Solo, yang punya gerai diseluruh bandara utama di Indonesia.

Kami akan menjual produk MicaWork di seluruh bandara di Indonesia. Kami lihat produk MicaWork unik, dan kualitasnya bisa masuk standar kami.

(Saat itu aku berusaha tampil kalem, padahal dalam hati pengen berteriak: TUHAN!)

Kami bertukar kartu nama dan mereka janji segera menghubungi.

Satu hari setelah pameran, mereka telpon dan bikin janji bertemu.

Saat ini surat-surat sudah di tanda tangani. Kesepakatan-kesepakatan sudah dibuat.
Surat pemesanan barang juga sudah dikeluarkan.
Teman-teman di MicaWork sudah berpacu dengan tugas masing-masing.

Dengan perkenan Tuhan, lebaran tahun ini bantal leher dan produk lain MicaWork akan bisa ditemukan di seluruh bandara besar di Indonesia, dan toko-toko jaringan Batik ‘senjatanya-ken-arok’ (sebut saja gitu)

Sekali lagi hanya bisa bilang,Matur Nuwun Gusti. Biarlah ini menjadi Kemuliaan bagiMU


Berdarah

Pameran kali ini cape banget. Selama pameran, asupan makan juga buruk.
Habis beresin pameran, bongkar rak sendirian, dll; aku ajak mama ke Bandung
Aku titipkan mama di rumah tante di Braga, aku lari-lari di  jalan Holis, berburu kain.

Sampai di Solo mulai merasa kayak kena flu.
Tapi karena gawean seabreg. Rasa cape dan flu gak digubris.

Kehujanan bikin badan demam pun tidak menahan aku  mondar-mandir ke Jakarta.
Bangun jam 4 pagi, mandi air dingin, ke bandara mengejar penerbangan pagi, selesai meeting langsung balik Solo lagi. Begitu terus.

Karena  mulai gak tahan dengan rasa pusing, akhirnya nyerah ke dokter umum.
Disuruh periksa darah; trombosit tinggal 160 (normal 150-550), tekanan darah 60-90.
Besok paginya pas buang ingus, yang keluar darah.
Terus saja begitu. Tissue di tempat sampah warnanya merah semua.
Batuk juga makin menjadi.
Badan makin lemes.

Akhirnya tumbang.

Dokter bilang kena radang tenggorokan parah.
wah! tenggorokan aja sampai kayak gitu.
Ini kalau kamu gak mau istirahat, diobatin kayak apapun gak bakal sembuh. Katanya.

Sekarang ini sudah mulai pulih.
Tenggorokan masih panas, tapi batuk sudah reda, demam sudah hilang, pendarahan juga sudah berhenti.
Tinggal berjuang melawan lemes dan pusingnya.
Dengan semangat yang aku miliki saat ini, kondisi tubuh pasti pulih cepat. 
Segera. Yuhu! :)

Inacraft 2014 kali ini memberi banyak pengalaman Iman, pencapaian, dan juga pelajaran untuk menata energi lebih baik.

Sudah lama pengen ke Kuala Namu. Lebaran kali ini karya-karya saya dulu yang hadir disana. *senyum lebar banget.

Diantara ribuan stand Inacraft, hanya beberapa yang tampil di net.tv.
MicaWork salah satunya :)


No comments: