Pages

Monday, May 31, 2010

Mintalah!....dan kau akan di beri.

Hari itu hari minggu.
Masih jam 9 kurang; jadi ga harus buru-buru buka warung dan bisa berdoa dulu lebih tenang.

Setiap pagi mau buka warung, aku terbiasa doa dulu sebentar.

Pagi itu aku berdoa minta penyertaan Tuhan sepanjang hari; minta diberi kesabaran melayani konsumen yang kadang bikin emosi.
Minta agar setiap unit usaha keluarga kami bermanfaat dan dapat menafkahi teman-teman yang bekerja bersama-sama kami.
Minta agar penjual gado-gado hari itu gak tutup lagi bikin aku kelaparan… hahahaha.. gak ding. Becanda.

Hari itu secara khusus aku juga minta agar setiap unit usaha bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Agar makin banyak orang merasakan penyertaan Tuhan.


Ketika buka pintu, ada seorang cowok nongkrong di trotoar menghadap ke arah jalan.
Aku gak terlalu memperhatikan, berpikir mungkin dia menunggu bis kota.

Cepat-cepat saja aku buka semua pintu, ngangkutin barang ke depan warung.
Paling mangkel kalau konsumen berdatangan sebelum warung beres; jadi makin susah ngatur barang, karena biasanya trus konsumen berdatangan gak putus sampai siang. Wah emosi bisa nanjak!

Cowok tadi berdiri, memperhatikan aku dan ngomong, “mas boleh gak bantu-bantu di sini sampai siang. Bantu apa sajalah”

Aku kaget, karena gak nyangka ketemu situasi itu.

Cowok itu sekitar 22 tahun. Bajunya sederhana: kemeja polos abu-abu lengan pendek, celana jeans, sendal gunung. But still, bukan penampakan orang susah; mangkanya bikin aku merasa aneh.

Aku senyum, tanya: “loh kenapa?”

Dia jawab, “untuk makan mas…”

Aku cuma senyum lagi. Mikir.

Pagi itu nyawa aku belum ngumpul semua. Jadi yang ada di otak aku: ‘wew…trus mau disuruh bantu apa? Khan dia gak tahu kudu angkat barang yang mana, kemana, dstnya… nanti kalau salah angkat malah bikin repot…bla, bla,bla…”

Sambil aku masuk warung lagi untuk ngangkut barang yang lain, sambil mikir ‘mau bantuin apa ya…. Disuruh nyapu saja?....’

Aku liat dia jongkok lagi tapi menjauh tidak di depan warung lagi.

Aku masuk lagi ambil barang lagi……’iya! kayaknya suruh bantu nyapu saja. Pasti dia bisa, aku juga ga jadi tambah repot’


Terlambat!


Ketika aku keluar, cowok itu sudah gak ada.

Aku langsung keluar jalan lihat kanan-kiri…

Ternyata memang sudah pergi.
Masih keliatan jalan kaki ke arah Singosaren, tapi gak bakal dengar kalau diteriakin suruh balik.

Aku tercenung. Ingat permintaan lewat doa beberapa menit yang lalu.

Gosh!!!! Bodohnya saya…….telat mikir banget!

Nyesel banget….

Sepanjang hari minggu itu jadi kepikiran sama cowok itu, dan kebodohan aku.


Sekali lagi aku jadi diingatkan; Tuhan itu maha kuasa. Kalau mau, Tuhan akan memenuhi permintaan kita seketika.
Hati-hati ‘menantang’ Tuhan.
(*buat yang pengen punya apotik 5 cabang: Bisa kejadian tuh besok pagi ‘abrakadabra’ situ punya 5 apotik lengkap dengan satpamnya. Persis seperti doa-doamu yang sudah dikabulkan: kerja di kalimantan, diterima diklinik mata, diterima jadi PNS, punya pasien yang tergila-gila sama situ.... Pertanyaannya: Situ siap gak?)


Aku juga makin mengenal cara Tuhan menjawab doa.

Ketika minta rejeki, Tuhan tidak menjatuhkan segepok uang dari langit. Tapi selalu saja tiba-tiba muncul sebuah ‘gawean’ yang kalau dikerjakan dengan serius, akan memberikan penghasilan.

Kalau minta berwajah lebih tampan, Tuhan tidak mengirim dokter bedah plastik. Tapi out of no where hadir seseorang yang menghargai orang lain apa adanya, yang membuat aku jadi pede. Hehehe..

Kalau sedang cape sama gawean, tiba-tiba saja AirAsia bikin promo tiket gratis yang langsung bikin over dosis adrenalin.

Kalau minta dianugerahi kesabaran, paling lama dalam waktu 1 jam, ada saja orang yang luar biasa menyebalkan sehingga terpaksa belajar menahan emosi.

Jadi, mustinya kalau minta apotik bercabang 5, ya saat ini Tuhan akan ngasih gawean yang gak gampang, orang2 yang gak mutu dan cacingan; agar dari situ bisa belajar berpikir dan mengatasi persoalan; mendapatkan jaringan kerja; memperoleh reputasi; menjadi dewasa dan stabil…


Mungkin gak ada hubungannya, tapi aku juga jadi ingat kalimat ;

“Kadang manusia diberi kesusahan, karena dalam kesusahan itulah Kuasa Tuhan di nampakkan…”


…….. Ahhh….
Peristiwa di hari minggu di atas sudah berlalu kira-kira 2 bulan. Tapi setiap mau buka warung tiap hari minggu pasti ingat.

Justru dalam gelap, sinar lampu diperlukan.
Justru pada jalanan basah oleh hujan, cahaya dipantulkan.
Ketika itu, senja akan indah.

(aku sedang upload blog ini, ketika tiba-tiba orang yang pengen punya apotik 5 cabang sms, "halo mas..."
hehe...mungkin dia merasa sedang diomongin ya... hahahaha)

Tuesday, May 04, 2010

Mesin Waktu

Beberapa hari ini, diberitakan tentang meteor atau benda luar angkasa yang jatuh menimpa sebuah rumah di Jakarta dan lahan terbuka di Irian Jaya sana.

Kayaknya selain meteor, ada sebuah mesin waktu milik mahluk luar angkasa yang terbawa jatuh ke bumi. Mesin waktu ini yang tiba-tiba memunculkan orang-orang dari masa lalu.



Hari ini
Tadi jam 10 pagi Andika datang ke warung dan ngajak ngopi.
Tapi gawean hari ini banyak banget. Jadilah Andika nemenin jagain warung sampai jam 4 sore barulah kami bisa ke Solo Square menginfus diri dengan kopi sampai jam 8 malam, disambung nongkrong di Galabo sampai jam 10.30 malam.
Ngobrol macem-macem; tentang gawean dia, sharing pengalaman memanggul ransel, dll

Dua hari yang lalu tiba-tiba Andika muncul ke warung setelah hampir 6 tahun kehilangan kemunikasi.
Gak pernah terbayang setelah yang terjadi pada masa lalu, kami bisa ngobrol seperti ini.
Sekarang Andika rada ndut, tapi tetap smart, dan jauh lebih dewasa.


Kemarin
Semalam tiba-tiba, out of no-where Tulus sms: cerita diangkat jadi PNS.
Tiga tahun yang lalu Tulus pindah ke Pontianak. Tapi sebelum itu, seingat aku, kami sudah lama nyaris kehilangan komunikasi.
Dia bilang mau ke Solo bulan Mei ini dan pengen ketemu.


2 hari yang lalu
Pak Yousi, yang sekarang jadi area manager di Yogya datang sama calon istrinya.
Sebenarnya belum lama Pak Yousi tidak membawahi area Solo; tapi ternyata banyak hal yang bisa kami obrolkan seolah sudah gak ketemu bertahun-tahun.


3 hari yang lalu
Caroline sms tanya kabar; trus kami malah jadi ngobrol panjang soal hidup, gawean, rumahnya yang sekarang.....
Terakhir sms-an dengan Caroline pas akhir tahun 2009.
Terakhir ketemu Caroline : 12 tahun yang lalu. wew!!
Oh ya tanggal 7 Mei ini Caroline akan ke Hamburg menemani kliennya belanja furniture. Dia tanya mau nitip apa. hehe... jadi ingat masa lalu.

Seneng liat Caroline bisa sukses seperti sekarang.
Aku janji dengan Caroline, next time ke Jakarta, I'll visit her.


4 hari yang lalu
Didid. seorang teman yang pernah dekat 7 tahun yang lalu trus dia pindah ke Surabaya. Terakhir ketemu sebentar 2 tahun yang lalu.
Tiba-tiba sms bilang pengen ketemu ngobrol. Aku bilang belum ada waktu yang pas.
(*ngobrol sama Didid bisa sampai berjam-jam, kudu siap lahir batin. hahaha....)


5 hari yang lalu
Teman-teman eks Javaland Studio Corp (*perusahaan tempat dulu aku pernah jadi arsitek) kirim message di facebook ngajak reunian. Terakhir ketemu mereka 10-11 tahun yang lalu.

Pada hari yang sama teman kuliah juga sms mengajak reuni.
wew.....


6 hari yang lalu
Pak Darjono, eks boss di SIC di Jakarta bilang pengen ketemu. Beliau bilang sedang mengembangkan usaha propertinya di Solo.
Terakhir ketemu 11-12 tahun yang lalu.
Seneng banget dengar suara Pak Dar, dan excited bisa ketemu beliau.
Apakah Pak Dar mau ngajak kerja bareng lagi?


... kok begitu banyak orang-orang dari masa lalu bermunculan.....

Wednesday, April 14, 2010

Plisss yaaa!!!

PLIISSSS YA!!!!

nama saya PAULUS !

bukan Yulius, Filipus, Yohanes...apalagi Markus....!!!


*melengos sebal luar biasa!

Wednesday, April 07, 2010

Menoleh Ke Belakang

Tahun 2004 aku merintis usaha reparasi elektronik: S24.

Kantor S24 dibuka di pojokan gudang, hanya dengan 1 staf administrasi: Ana, serta 1 teknisi: Pujo, yang baru lulus dari SMK elektro.

Ana dan Pujo sangat bersemangat mengembangkan kompetensitas masing-masing, memiliki kepribadian yang baik, serta kami bekerja sama dengan kompak.
Pihak principal, dealer, serta konsumen yang berhubungan dengan S24 juga memberikan penilaian sangat baik kepada kinerja S24 maupun personilnya.

Aku merasa kami tim yang sangat potensial dan yakin akan berkembang.

Namun menginjak bulan ke empat, Pujo sering minta ijin tidak hadir.
Malah kemudian aku mendapat informasi bahwa Pujo akan mengundurkan diri.

Ketika aku mengajak Pujo bicara, terungkap bahwa sebenarnya cita-cita Pujo adalah menjadi polisi. Selama bekerja di S24 dia diam-diam mengikuti tahapan seleksi pendidikan kepolisian. Waktu itu hanya tinggal menunggu pengumuman final penerimaan. Dan dia yakin akan lolos.

Yang bikin kecewa adalah pada awal masuk bekerja di S24 Pujo menyatakan tidak punya rencana selain kerja di S24, tapi akhirnya Pujo mengakui bekerja di S24 untuk mengisi waktu menunggu proses pendaftaran masuk polisi.

Ini berarti aku kudu segera mempersiapkan pengganti Pujo.
Situasinya : Seandainya Pujo tidak diterima di kepolisian dan tetap di S24, saat itu S24 belum mampu membayar upah 2 teknisi.
Maka akhirnya aku memutuskan memberhentikan Pujo secara baik-baik.
Kebetulan saat itu ada seorang teman memberi rekomendasi seorang teknisi untuk melamar ke S24.

Meski keputusan itu diambil dengan cukup pertimbangan, meski kecewa dengan ketidak jujuran Pujo sejak awal; aku tetap merasa bersalah sudah memberhentikan seseorang yang bekerja di S24.

Apalagi ketika akhirnya ternyata Pujo tidak diterima di kepolisian.

Setahun kemudian ketika jumlah pekerjaan di S24 bertambah dan mampu membayar 2 teknisi, aku mencari Pujo tapi ternyata sudah bekerja di Bekasi.

.........................

5 tahun berlalu, atas perkenan Tuhan S24 telah tumbuh dan berkembang hingga jumlah teknisi mencapai 9 orang dan memiliki 2 cabang lagi.
Bahkan pada Juli 2009 S24 mendapat peluang membuka cabang di Cikarang-Bekasi.


….lalu akupun menoleh ke belakang……


Aku berpikir ini kesempatan untuk mengkompensasi rasa bersalah aku dengan Pujo dulu. Bagi aku, Pujo memiliki jasa merintis 4 bulan pertama S24. Aku pengen memberi kesempatan Pujo.

Beberapa kali Pujo sendiri berkata kepada mbak Ana: seandainya masih tinggal di Solo, dia pengen balik ke S24.

Segera aku minta mbak Ana, yang sudah menjadi kepala S24, untuk mengatur agar Pujo yang tinggal di Bekasi bisa datang ke Solo membicarakan peluang yang ada.

Saat hari yang disepakati tiba, Pujo tidak muncul.
Ketika di konfirmasi mbak Ana, Pujo bilang ga punya uang tiket ke Solo.

Oleh mbak Ana diatur waktu yang berikutnya. Dijanjikan uang tiket akan di ganti di Solo.
Tapi 1 hari menjelang waktu yang disepakati, Pujo sms minta ditunda karena istrinya sakit.

Tadinya aku berpikir: ah, yo wes lah! Gak usah saja.

Namun ketika ke Cikarang mempersiapkan pembukaan kantor, aku berpikir: coba sekali lagi ketemu Pujo ah…

Kali ini dia menemui aku di Cikarang.

Aku tanya kabar, situasi dan statusnya saat ini.

Pujo bilang sudah 2 tahun menganggur, belum berhasil mendapat pekerjaan.
Sehari-hari mengurus anak, istrinya yang bekerja sebagai SPG.

Aku menanyakan rencana kehidupannya serta menyampaikan peluang yang ada.

Pujo menjawab: tetap nyari pekerjaan, dan sangat berminat kalau diberi kesempatan bergabung S24 kembali.

Sekali lagi aku tegaskan komitmen Pujo untuk kembali ke S24.

Dan Pujo menyatakan : saya mau serius di S24 pak.

Teryakinkan, akupun menunjuk Pujo sebagai kepala cabang di Cikarang; dengan pertimbangan tugas-tugas admisnistratif lebih mudah dibanding pekerjaan teknis.
Dari segi skill teknis Pujo sudah pasti ketinggalan dibanding teman2 teknisi lain.
Aku memberi gaji tertinggi dalam kategori kelasnya.

Tapi selama tiga bulan pertama, aku tidak mendapat laporan kerja yang membaik. Malah pada akhir evaluasi bulan ketiga penilaian kinerja semakin kurang memuaskan.

Seperti de javue, pertengahan bulan ke empat, malam-malam Pujo telp, mohon maaf mulai besok tidak di S24 lagi.

Kali ini dia bilang akan buka warung bersama istrinya, memanfaatkan pesangon istrinya yang baru saja di PHK.

Monday, March 22, 2010

SALE!!! (me as well)


Kasus A

Bulan Januari kemarin One-One mengadakan clearance sale: diskon 50% tapi harga barang dinaikin dulu 2 kalinya. Jadi sebenarnya ga ada diskon.

Tak dinyana program ini sukses banget! Stok-stok lama yang kurang laku terjual habis. Peningkatan penjualan sangat signifikan.

Untuk program bulan Februari hanya free wrapping, mengingat ada momentum valentine.
Tapi penjualan malah ga seindah penjualan bulan Januari. Banyak konsumen yang datang menanyakan program diskon 50% yang lalu.
Ketika ditawarkan barang-barang dengan harga normal namun jatuhnya sama dengan harga diskonan 50%; konsumen ga tertarik. Aneh!

Jadi bulan Maret ini kami gelar lagi diskon 50%+10%. (*yups, lagi-lagi harga dinaikin dulu)

Hasilnya? Kesimpulannya? Evaluasinya?

Konsumen emang lebih tertarik dengan status ‘SALE’ dan ‘DISKON’


Kasus B

Ada seorang teman. Ga terlalu dekat meski lumayan sering sms-an tapi baru sekali ketemu, itupun rame-rame.
Topik sms-an kami tentang remeh-temeh kejadian sehari-hari, soal hoby, buku, dan hal-hal gak penting lainnya.

Kemarin malam kami sms-an tentang teman dia yang sedang pusing soal peternakan sapinya. (*harga sapi sedang turun uy!)

Kemudian out of the blue, teman aku ini sms : Do you know how lucky I am to know someone like you?

Aku jawab: plis deh!!

Hahaha…


Tapi akhir-akhir ini ada beberapa teman yang ngomong begitu. Padahal rasanya aku biasa-biasa wae, gak pernah ngasih perhatian khusus; ga selalu jawab sms mereka; ga pernah ngasih sesuatu yang bersifat materi, trus kadang pas cape aku juga judes…..

Hahaha.. aku jadi geli kalau ingat hal ini…..

Anyhow, itu pernyataan yang sangat berharga. Indeed.

Tapi pernyataan teman-teman ini tidak akan menjadi testimoni yang membuat aku lebih berharga di mata orang lain. Seandainya dipasang di friendster atau facebook, tidak akan membuat orang berbondong-bondong meng-invite aku jadi teman mereka.



Iseng saja, untuk perabotan chatting di chanel "theeeet…" (*sensor), aku iseng pasang foto dan profile di situs "theeeet…" (*sensor) dan situs "theeeet…" (*sensor)

Ada sih yang yang ngajak kenalan dan invite. Tapi gak banyak.
Kalau ditambahin statement dan testimoni teman diatas juga pasti gak akan menambah orang yang berminat.

Tapi beberapa bulan ini terjadi lonjakan invitation dan message mengajak kenalan.
Kalau dipakai chatting juga hasilnya adalah, “ayo ketemuan mas…” (*jedhenk!)

Padahal foto wajah dan data diri tetap; hanya di tambah beberapa foto semi naked yang menurut si Ridho aka TNRDC (the noisy yet rude debt collector) : SARU!

Tanpa aku sadar, dengan foto semi naked tersebut aku memberi image diri yang provokatif: Me for sale! cheap & get-able.

Hasilnya? Kesimpulannya? Evaluasinya?

Well, anyhow, anyway…… kepada beberapa teman: matur nuwun! Adalah anugerah juga bagi saya untuk menjadi teman kalian. Hehehe..

Tapi kok ada ya...orang yang menilai aku berdasar dada kerempeng & perut rata...

Huahahahahaha…..




(maaf, untuk kasus B tidak dibahas soal transaksi hasil mendiskon diri!)